In Memoriam Muladi dan Warisan RKUHP Indonesia

Kamis, 31 Desember 2020 – 13:02 WIB

Prof Muladi (Foto: Istimewa)

Prof Muladi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dunia hukum Indonesia berduka. Eks Hakim Agung, Prof Muladi meninggal dunia pada Kamis 31 Desember 2020. Banyak kisah dan prestasi yang ia torehkan semasa hidupnya. Tercatat, Prof Muladi pernah menjadi Ketua Tim Perumus Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), yang sempat menuai polemik di masyarakat hingga pengesahannya ditunda.

Saat itu, ia terlibat langsung dalam pembahasan akademik dalam merumuskan revisi KUHP, yang menyatakan naskah akademik RKUHP tersebut lengkap 40 tahun.

"Ada naskah akademik, ada catatan-catatan di DPR dialog-dialognya di pemerintah maupun di DPR lengkap," ujar Prof Muladi, di Universitas Diponegoro, Rabu 2 Oktober 2019 silam.

Muladi menyatakan, KUHP saat ini merupakan produk kolonial. Undang-Undang itu sudah berlaku di Indonesia sejak 1 Januari 1918.

"103 tahun KUHP kolonial, apa relevan dengan filosofi kolonial? Sedangkan di Belanda sudah berubah. Kita mulai berubah dengan filosofi yang baru sesuai Pancasila, UUD 1945, dan asas-asas HAM," kata Prof Muladi kala itu.

Profesor kelahiran Surakarta 77 tahun silam itu, memiliki karir yang cemerlang. Bahkan ia pernah menjadi Gubernur Lemhannas terlama dari tahun 2005–2011.

Politikus senior Partai Golkar itu juga pernah mejabat sebagai Menteri Kehakiman dan Menteri Sekretaris Negara pada masa Kabinet Reformasi Pembangunan. Namun, sebelumnya sempat menduduki kursi Rektor Universitas Diponegoro.

Selain itu, Prof Muladi pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Fraksi Utusan Daerah tahun 1997-1999, serta anggota Dewan Komisaris Pertamina. Kemudian, pada tahun 2000-2001, ia dipercaya sebagai Hakim Agung RI.

Namun, Prof Muladi meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Kamis 31 Desember 2020. Sebelumnya, pria berusia 77 itu, sempat mengalami sakit hingga menjalani perawatan.