Tragedi Pesawat Jatuh di Selat Makassar, 96 Penumpang Tewas

Jumat, 01 Januari 2021 – 22:33 WIB

Pesawat Adam Air (Foto: Istimewa)

Pesawat Adam Air (Foto: Istimewa)

MAKASAR, REQnews - Tepat 14 tahun silam, pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 Surabaya-Manado jatuh di Selat Makassar, pada 1 Januari 2007 silam. Sebanyak 96 penumpang dan kru pesawat menjadi korban dari peristiwa nahas tersebut. 

Kala itu, pesawat dengan Captain Pilot Refri A Widodo dan Kopilot Yoga, berangkat dari Surabaya pada pukul 12.55 WIB. Rencananya, pesawat itu sampai Manado pada pukul 16.14 WITA.

Namun, pesawat putus kontak dengan radar Air Traffic Centre (ATC) Bandara Makassar, Sulawesi Selatan setelah terbang selama 1 jam 7 menit.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Mohammad Iksan Tatang yang kala itu bertugas mengatakan, bahwa posisi pesawat berada pada 85 mil laut (157,42 kilometer) sebelah barat laut Makassar dengan ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter).

Selain itu, Direktur Keselamatan dan Keamanan Penerbangan AdamAir Captain Hartono juga menjelaskan, bahwa kondisi pesawat dalam keadaan baik tanpa gangguan.

Pesawat Boeing 737-400 buatan tahun 1990 itu melakukan pemeriksaan C-Check terakhir pada Desember 2005 dan sudah terbang selama 45.371 jam dengan 26.725 kali pendaratan. Sedangkan sertifikat kelayakan akan habis pada 17 Januari 2007.

Kurang lebih sebanyak 20 lembaga atau kesatuan diturunkan untuk melakukan penyisiran area pantai serta perairan yang membentang dari Kabupaten Barru hingga Kota Parepare.

Pada 11 Januari 2007, salah satu bagian dari ekor pesawat ditemukan oleh seorang nelayan di selatan Pare-pare, sekitar 300 km lepas pantai. Kemudian, 24 Januari 2007 USNS Mary Sears melaporkan bahwa kotak hitam pesawat ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat.

Namun, meski telah ditemukan, bukan perkara mudah mengangkat black box tersebut dari dasar laut. Memerlukan alat khusus serta kapal selam, sehingga membutuhkan biaya miliaran rupiah untuk mengangkat black box tersebut.

Akhirnya, pada 27 Agustus 2007 black box Adam Air berhasil diangkat dari perairan Majene, Sulawesi Barat pada pukul 12.19 WIB. Kemudian, secara resmi diserahkan dari Phoenix International Amerika Serikat kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kecelakaan diduga akibat cuaca buruk, sehingga mengakibatkan kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat. 

Sehingga, pesawat tersebut jatuh di laut dengan kecepatan tinggi hingga mengakibatkan badan pesawat terbelah dua. Sedangkan, 96 penumpang dalam pesawat yang dipiloti Kapten Refri A Widodo itu, tak adas satupun yang selamat.

Setelah Black Box ditemukan, pencarian pun dihentikan. Karena menurut penuturan Ketua Tim Pencari Pesawat AdamAir Marsekal Pertama Eddy Suyanto, badan pesawat telah hancur berkeping-keping dengan ukuran paling besar hanya sekitar 2 meter dan lebar 1 meter.