Museum Pembantaian Tiananmen Beijing 1989 Ditutup

Kamis, 03 Juni 2021 – 06:31 WIB

Foto: theatlantic.com

Foto: theatlantic.com

Hong Kong, REQNews.com -- Museum untuk memperingati korban Pembantaian Tiananmen 1989 Beijing, Rabu 2 Juni, ditutup tanpa batas waktu. Pihak berwenang mengklaim museum tidak memiliki izin.

Museum sempat ditutup Juni 2020, menyusul pengesahan UU Keamanan Nasional Hong Kong. Tiga hari lalu, Museum 4 Juni -- begitu nama resminya -- dibuka kembali, tapi hanya untuk ditutup lagi.

Sebelum ditutup, museum diperiksa anggota Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan pada Selasa 1 Juni sore. Saat itu para inspektur memberi tahu bahwa sesuai peraturan tahun 1919 museum tidak memiliki izin hiburan publik.

Aliansi Gerakan Demokratik Cina Hong Kong, yang juga menyelenggarakan acara tahunan di Victoria Park untuk memperingati korban pembantaian Tiananmen, mengatakan akan menutup museum untuk melindungi staf dan pengunjung di tengah iklim ketidak-pastian hukum.

Namun, bukan tidak mungkin museum dibuka kembali dan keluarga yang kehilangan kerabatnya dalam aksi mahasiswa di Beijing 1989 bisa melihat koleksi foto pembantaian.

Museum itu seharusnya tetap bukan pada 4 Juni, untuk meperingati 32 tahun insiden mengerikan itu. Acara di Victoria Park biasanya telah dipersiapkan sedemikian rupa.

Tahun ini peringatan Pembantaian Tianmen dipastikan tidak ada. Aliansi Demokratik Cina Hong Kong kali kedua berturutan membatalkan acara itu. Tahun lalu, pembatalan disebabkan pandemi Covid-19.

Pihak berwenang Hong Kong siapa pun yang menghadiri peringatan itu dengan hukuman penjara lima tahun. Hong Kong Free Press mengatakan yang mempublikasikan acara peringatan Pembantaian Tiananmen dijatuhi hukuman penjara satu tahun.

Penyelenggara meminta calon peserta memperingati Pembantaian Tiananmen dengan cara masing-masing, pada waktu dan tempat yang tepat, dan di bawah situasi hukum aman, damai, dan rasional. Para aktivis menyarankan peserta menyalakan lilin di jendela tempat tinggal.