60 Tahun Perang Vietnam: AS Masih tak Mengakui Ribuan Prajuritnya Jadi Korban 'Senjata Makan Tuan'

Kamis, 12 Agustus 2021 – 10:47 WIB

Foto: militarytimes.com

Foto: militarytimes.com

Washington, REQNews.com -- Pekan ini 60 tahun lalu, AS menjatuhkan jutaan galon bahan kimia beracun, biasa disebut Agent Orange, di sekujur Vietnam untuk memenangkan perang. Namun sampai hari ini AS tak pernah mengakui senjata kimia itu membunuh ribuan prajuritnya.

Russia Today, mengutip sejumlah sumber, menulis sedikitnya 20 juta galon bahan kimia yang disebut herbiside pelangi dan Agent Orange dijatuhkan di wilayah puluhan ribu kilometer wilayah Vietnam. Bahan kimia merontokan dedaunan sekujur hutan, mencemari tanah, sumber air, dan semua yang berada di permukaan tanah.

Alih-alih memenangkan perang, AS justru menghancurkan jutaan manusia, tidak hanya di Vietnam tapi juga negara lain termasuk AS. Agent Orange, defoliant yang ditujukan menghancurkan hutan Vietnam, ternyata memiliki produk sampingan sangat beracun, pencemar lingkungan yang persisten dari kelompok dioksin.

Dioksin inilah yang dipandang sebagai penyebab utama kondisi kesehatan serius pada orang terpapar, termasuk berbagai bentuk kanker.

Veteran AS yang terlibat Perang Vietnam kini berjuang dalam pertarungan bebreda, melawan mesin birokrasi raksasa AS yang enggan mengakui mereka korban sejata makan tuan. "AS masih tidak mengakui prajuritnya korban paparan racun," kata John B Wells, kepala Military Veterans Advocacy Inc, kepada Russia Today.

Menurut Wells, ada 110 ribu klaim yang diajukan berkenaan dengan paparan Agent Orange yang dialami prajurit AS. "Puluhan ribu lainnya mencari kompensasi di luar sana," katanya.

Pihak berwenang AS tidak segera menangani masalah ini. Selama dua setengah tahun terakhir, Departemen Urusan Veteran hanya memproses 60 persen klaim yang diajukan.

Veteran sering kali harus pergi ke pengadilan untuk mendapatkan hak mereka atas apa yang menjadi kewajiban negara terhadap mereka. Tahun 2019 Military Veterans Advocay Inc memenangkan satu kasus tahun 2019.

Alfred Procipio, yang bertugas di kapal induk USS Intrepid tahun 1964-1967, mengklain ganti untung terkait paparan Agent Orange.


Ditolak Semua Pihak

Juli 1966, Intrepid dikerahkan ke perairtan teritorial Vietnam. Berpuluh tahun setelah bertugas, Procopio menderita diabetes dan kanker prostat.

Ia mengaitkan penderitaannya dengan Agent Orange yang ditebarAS di sekujur Vietnam. Tahun 2006 dan 2007 ia menuntut kompensasi atas penderitaanya, tapi ditolak pemerintah AS.

Menurut pemerintah AS, perairan teritorial Vietnam bukan area yang terpapar Agent Orange. Jadi, menurut akal tidak sehat para petinggi AS, tidak mungkin Procopio terpapar dan kini menderita kanker.

"Ini cukup sulit," kata Wells. "Kami menghabiskan satu dekade untuk membuat Kongres menolak keputusan ini, kami tidak mampu melakukannya. Setelah itu kami membawa kasus ini ke pengadilan berdasarkan hukum internasional."

Procopio hanya satu dari ribuan veteran AS yang mengalami penderitaan akibat paparan Agent Orange. Wells percaya kasus-kasus yang belum terselesaikan itu hanya disebabkan satu hal, yaitu Departemen Urusan Veteran tidak punya akal sehat.

"Kami hanya ingin pejabat di Washington mendapatkan gambaran besar," kata Wells.


Racun 100 Tahun

Agent Orange sampai saat ini masih meracuni tanah Vietnam. Menurut Wells, racun itu akan bertahan selama seratus tahun sampai akhirnya terurai.

Jadi, butuh 40 tahun lagi bagi Vietnam untuk terbebas dari racun yang ditebarkan AS selama perang. "Kami mengirim tim ke Vietnam, memeriksa tanah, dan racun itu masih ada," katan Wells, yang mantan Komandan Angkatan Laut.

Pertanyaannya adalah apakah AS belajar dari semua ini? "Itu yang kita tidak tahu," ujar Wells.