Takdir Sejarah Afghanistan: Di Tanah Ini, Tiga Super Power Dipermalukan

Senin, 16 Agustus 2021 – 13:36 WIB

Foto: wellcomecollection.org

Foto: wellcomecollection.org

Kabul, REQNews.com -- Stan adalah kata dalam Bahasa Persia yang berarti tanah. Jadi, Afghanistan adalah tanah Bangsa Afghan.

Tanah bangsa Afghan, atau Afghanistan, punya sejarah panjang tentang penaklukan asing dan perselisihan antar faksi yang bertikai. Di tanah ini, darah tumpah dan mengering sepanjang sejarah.

Terletak di pintu gerbang antara Asia dan Eropa, tanah ini ditaklukan Darius I dari Babilonia sekitar 500 tahun sebelum Masehi (SM), lalu diduduki Alexander The Great dari Macedonia pada 329 SM.

Mahmud dari Ghazni, penakluk abad ke-11, mendirikan kerajaan yang membentang dari Iran sampai ke India. Sejarah mencatatnya sebagai penakluk Afghanistan terbesar.

Jengis Khan mengambil alih wilayah Afghanistan pada abad ke-13. Tahun 1700-an kali pertama wilayah Afghanistan disatukan sebagai negara.

Pada 1870, penakluk Arab datang membawa Islam. Selama dalam penguasaan Arab, Islam mengakar.

Selama abad ke-18, Inggris -- yang berusaha melindungi Imperim India bentukannya dari serangan Rusia -- mencoba mencaplok Afghanistan. Bangsa Afghan merespon keras, menghasilkan serangakaian Perang Inggris-Afghanisatn 1838-42, 1878-80, 1919-21.

Inggris menang dalam dua episode; 1838-42 dan1878-80, dan menjadi pecundang pada episode berikut; 1919-21.


Afghanistan Abad 20 dan 21

Sejarah Afghanistan abad 20 dimulai dengan kemenangan perang atas Inggris 1921. Afghanistan menjadi negara merdeka. Konflik antarfaksi bersenjata di dalam pemerintahan Afghanistan dimulai.


1926

Amir Amanullah Khan, yang mencoba membawa Afghanistan keluar dari kesulitan dan mengejar kemajuan seperti negara lain, menolak sistem keemiran, atau emirat. Ia lebih suka membentuk monarki.

Dia meluncurkan serangkaian rencana modernisasi dan membatasi kekuatan Loya Jirga, atau dewan nasional. Mereka yang frustrasi dengan kebijakan Amanullah keluar pemerintahan dan angkat senjata pada 1928 dan 1929.


1933

Amanullah Khan turun tahta dan mengasingkan diri entah ke mana. Zahir Shah menjadi raja. Ia menciptakan stabilitas, dan memerintah selama 40 tahun.


1934

Amerika Serikat secara resmi mengakui Afghanistan.


1947

Inggris terusir dari India. Pakistan yang mayoritas Islam memisahkan diri. Pakistan berbatasan langsung dengan Afghanistan, dengan sebagian besar wilayah tak terkendali.


1953

Jenderal pro-Soviet Mohammed Daoud Khan, sepupu raja, menjadi perdana menteri dan meminta bantuan ekonomi dan militer ke Moskwa. Dia juga mempekenalkan reformasi sosial, termasuk menghadirkan perempuan ke ruang publik.


1956

PM Uni Soviet Nikita Khruschev setuju membantu Afghanistan. Kedua negara menjadi sekutu dekat.


1957

Sebagai bagian reformasi PM Daoud Khan, perempuan diijinkan kuliah dan memasuki dunia kerja.


1965

Partai Komunis Afghanistan terbentuk, dengan Babrak Karmal dan Nur Mohammad Taraki sebagai pentolan.


1973

PM Daoud Khan menggulingkan Mohammed Zahir Shah, raja terakhir Afghanistan, lewat kudeta militer. Partai Rakyat Demokratik Afghanistan yang dipimpin Daoud Khan berkuasa.

Monarki dihapus. Daoud Khan mengangkat diri menjadi presiden Republik Afghanistan, dan makin mesra dengan Uni Soviet.


1975-1977

Daoud Khan mengusulkan konstitusi baru yang memberi hak perempuan bekerja unduk modernisasi negara. Dia juga menindak orang-orang tak sepaham, mendepak orang-orang tak disukai keluar dari pemerintahan.


1978

Khan terbunuh dalam kudeta komunis. Nur Muhammad Taraki, salah satu pendiri Partai Komunis Afghanistan, mengambil alih negara dan menjadi presiden. Babrak Karmal menjadi wakil perdana menteri.

Mereka memproklamirkan kemerdekaan dari pengaruh Uni Soviet, dan menyatakan kebijakan mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam, nasionalis Afghanistan, dan keadilan sosial ekonomi.

Uniknya, Muhammad Taraki menandatangani perjanjian persahabatan dengan Uni Soviet. Hafizulah Amin, pemimpin komunis berpengaruh lainnya, mulai berseteru dengan Muhammad Taraki. Bahkan keduanya nyaris memulai pertempuran.

Jauh di luar Kabul dan kota-kota besar Afghanistan, pemimpin Islam konservatif dari semua etnis -- yang tidak setuju dengan kebijakan Daoud Khan -- memulai pemberontakan bersenjata. Mereka disebut Mujahidin.


1979

Dubes AS Adolph Dubs terbunuh. AS memutuskan bantuan ke Afghanistan. Pertikaian Muhammad Taraki dan Hafizullah Amin dimulai.

Pada 14 September 1979, Muhammad Taraki terbunuh dalam konfrontasi dengan pendukung Amin. Uni Soviet menginvasi Afghanistan pada 24 Desember 1979, untuk memperkuat rezim komunis yang goyah.

Pada 27 Desember 1979, Amin, keluarga, dan pengikutnya, dieksekusi di depan istana. Wakil PM Babrak Karmal menjadi perdana menteri.

Oposisi terhadap Karmal dan kehadiran Soviet meluas, memunculkan demonstrasi publik paling berdarah. Pada 1980, Mujahidin mempersatukan semua faksi perlawanan untuk melawan penjajah Uni Soviet dan tentara dukungan Moskwa.


1982

Sekitar 2,8 juta warga Afghanistan lari ke perbatasan Paksitan. Sebanak 1,5 juta lari ke Iran. Mujahidin menguasai pedesaan. Uni Soviet bercokok di kota-kota.


1984

Osama bin Laden melakukan perjalanan pertama yang terdokumentasi ke Afghanistan untuk membantu perjuangan melawan Uni Soviet.


1986

Mujahidin menerima senjata dari AS, Inggris, dan Cina, melalui Pakistan.


1988

Sepember 1988 Osama bin Laden dan 15 kelompok Islamis lainnya membentuk Al Qaeda, yang artinya pangkalan, untuk memerangi Uni Soviet dan sispa pun yang menentang pembentukan negara Islam di Afghanistan.


1989

AS, Pakistan, Afghanistan, dan Uni Soviet, menandatangani perjanjian damai di Jenewa, yang menjamin kemerdekaan Afghanistan, dan penarikan 100 ribu pasukan Uni Soviet.

Mujahidin melanjutkan perlawanan terhadap pemerintah komunis Afghanistan pimpinan Dr Mohammad Najibullah. Gerilyawan mengangkat Sibhadullah Mojadidi sebagai kepala pemerintahan di pengasingan.


1992

Mujahidin dan kelompok pemberontak lainnya, dengan bantuan pasukan pemerintah yang membelot, menyerbu Kabul menggulingkan Najibullah. Ahmad Shah Masood, pemimpin kelompok Tajik, memimpin pasukan memasuki ibu kota.

PBB menawarkan perlindungan kepada Najibullah. Mujahidin, kelompok yang mulai retak setelah para panglima memperebutkan masa depan Afghanistan, membentuk negara dengan Profesor Burhanuddin Rabbani sebagai presiden.

Afghanistan terperosok ke perang saudara paling berdarah, dengan semua kelompok melawan etnis mayoritas Pashtun.


1995

Taliban muncul, menawarkan janji perdamaian. Warga Afghanistan yang kelelahan oleh perang, menyambut baik kedatangan kelompok pimpinan Mullah Muhammad Omar.


1997

Taliban mengeksekusi Muhammad Najibullah di tempat terbuka. Kelompok etnis Tajik di utara, di bawah Ahmad Shah Masood, dan Uzbek di bawah Hamid Karzai, memerangi Taliban.


1998

Setelah pemboman Kedubes AS di Afrika, Presiden Bill Clinton memeirntahkan serangan rudal jelajah terhadap kamp pelatihan Osama bin Laden di Afghanistan.


2000

Bin Laden diyakini bersembunyi di Afghanistan, tempat dia mengembangkan ribuan pengikut di kamp pelatihan. AS menutut Bin Laden diekstradisi untuk diadili. Taliban menolak. PBB menghukum Afghanistan dengan sanksi perdagangan dan ekonomi.


2001

Pada 7 Oktober 2001, AS dan Inggris melancarkan serangan udara ke Afghanistan. Taliban merespon siap berjihad.

Pada 13 November 2001, Aliansi utara pimpinan Ahmad Shah Masood, setelah berminggu-minggu terlibat pertempuran, memasuki Kabul. Taliban mundur ke Kandahar.

Pada 7 Desember 2001, Taliban keluar dari Kandahar. Pers Islam di Afghanistan, yang berbasis di Pakistan, menyaakan pemerintahan Taliban di Afghanistan berakhir.

22 Desember 20021, Hamid Karzai -- royalis etnis Pashtun -- dilatin sebagai pemimpin sementara Afghanistan. Karzai mendapat dukungan dari AS untuk memerintah enam bulan.


2002

Loya Jirga, atau dewan agung, memilih Karzai sebagai pemimpin sementara. Karzai menjabat sampai 2004, dan harus menggelar pemilu.


2003

NATO mengambil alih kemananan di Kabul.


2004

Pemilihan presiden digelar dengan 18 calon. Hamid Karzai terpilih dengan perolehan 55 persen suara.


2006

Taliban melancarkan gelombang serangan bunuh diri yang membuat frustrasi AS dan NATO.


2014

Ashraf Ghani menjadi presiden Afghanistan setelah dua putaran pemungutan suara dan klaim penipuan pemilu, serta perjanjian pembagian kekuasaan dengan Abdullah Abdullah.

NATO mengakhiri misi tempur di Afghanistan dan fokus melatih pasukan pemerintah.


2021

AS mengumumkan meninggalkan Afghanistan, yang diikuti negara-negara anggota NATO. Taliban memasuki Kabul tanpa perlawanan, karena tentara pemerintah Afghanistan ogah bertempur.

Taliban kembali berkuasa.