Paul McCartney Buka Rahasia: John Lennon yang Bikin The Beatles Berantakan

Senin, 11 Oktober 2021 – 21:31 WIB

Foto: New York Post

Foto: New York Post

London, REQNews.com -- Memilih diam lima dekade, Paul McCartney akhirnya buka suara mengenai siapa yang membuat The Beatles berantakan di tahun 1970.

"Saya tidak menghasut perpecahan itu," kata Paul McCartney kepada BBC Radio 4 dalam wawancara yang akan disiarkan 24 Oktober, ketika ditanya komentarnya tentang April 1970, akhir perjalanan panjang The Beatles.

"John Lennon yang memutuskan The Beatles tidak akan bertahan," lanjut McCartney.

Selama lima dekade pers kerap menyebut McCartney sebagai penyebabkan The Beatles berantakan. McCartney tidak pernah berusaha membantah kabar itu.

"Suatu hari, John masuk ke sebuah ruangan dan mengatakan saya akan meninggalkan The Beatles," kata McCartney. "Pernyataan itu memicu perpecahan atau tidak?"

Menurut McCartney, manajer Allen Klein menyarankan mereka tetap bungkam tentang perpecahan saat dia merundingkan kesepakatan atas nama mereka.

Namun, McCartney tidak sabar dan menumpah uneg-unegnya. Itulah yang membuat McCartney dituding pers sebagai penyebab perpisahan The Beatles.

"Saya muak menyembunyikannya," kata McCartney kepada BBC.

Menurut McCartney, gairan baru Lennon dan istri barunya; Yoko Ono, tidak sesuai dengan band yang terus menulis dan merekam bersama.

Lennon, kata McCartney, ingin berbaring di dalam tas dan berbaring di tempat tidur selama sepekan di Amsterdam untuk perdamaian. "Kita tidak bisa berdebat untuk urusan itu," katanya.

Intinya, masih menurut McCartney, John Lennon membuat hidup baru dengan Yoko Ono. "John Lennon selalu ingin melepaskan diri dari masyarakat karena dia dibesarkan oleh Bibi Mimi yang represif," kata McCartney. "Itulah John Lennon, yang selalu ingin melepaskan diri."

Lennon dengan fasih menyebut keputusan untuk pergi cukup mendebarkan dan lebih seperti perceraian. Pada saat yang sama McCartney menyebut John dan Yoko sebagai pasangan serasi.

"Ini band saya. Ini pekerjaan saya. Ini hidup saya. Jadi saya ingin terus lanjut," kata McCartney tetang keinginannya saat berusaha mempertahankan grup.

"Saya tidak menghasut perpecayan. John Lennon yang datang dan berkata akan meninggalkan grup," McCartney mengakhiri.