11 November Perundingan Linggarjati yang Berakhir dengan Pengkhianatan Belanda

Kamis, 11 November 2021 – 09:04 WIB

Perjanjian Linggarjati (Foto:Istimewa)

Perjanjian Linggarjati (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Sejarah mencatat pada 11 November ada peristiwa besar terkait perjalanan bangsa Indonesia, yakni terjadinya Perundingan Linggarjati. Perundingan ini merupakan perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Perundingan Linggarjati dilakukan pada tanggal 11-15 November 1946. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947.

Dalam perjanjian tersebut terdapat beberapa tokoh yang mewakili masing-masing pihak. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir sebagai ketua. Ditemani oleh AK Gani, Susanto Tirtoprojo, dan Mohammad Roem.

Sementara pihak Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn sebagai ketua dan ditemani oleh Max van Poll, HJ van Mook serta F de Boer.

Sedangkan pihak Inggris selaku penanggung jawab atau mediator diwakili oleh Lord Killearn.

Perjanjian Linggarjati yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 tersebut menghasilkan beberapa poin, yaitu:

1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura

2. Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia selambat-lambatnya pada tanggal 1 Januari 1949.

3. Belanda dan Indonesia sepakat untuk membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

4. RIS harus bergabung dengan negara-negara persemakmuran di bawah Kerajaan Belanda.

Namun pada akhirnya justru pihak Belanda malah mengkhianati isi perjanjian tersebut.