Baru 17 Hari Menjabat, Presiden Lebanon Rene Moawad Tewas dalam Serangan Bom di Beirut

Senin, 22 November 2021 – 14:33 WIB

Presiden Lebanon, Rene Moawad yang tewas dalam serangan bom (Foto: Istimewa)

Presiden Lebanon, Rene Moawad yang tewas dalam serangan bom (Foto: Istimewa)

BEIRUT, REQnews - Baru 17 hari menjabat, Presiden Lebanon, Rene Moawad tewas dalam serangan bom menargetkan mobil yang membawanya di Beirut pada 22 November 1989 silam.

Dikutip dari New York Times, ledakan yang menghancurkan iring-iringan tersebut terjadi saat Moawad akan kembali usai menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Lebanon, di wilayah Beirut Barat.

Peristiwa tersebut membuat mobil iring-iringannya menjadi 'bongkahan' besi yang terbakar dan menewaskan 23 orang termasuk presiden Lebanon. Selain itu, jalan pun menjadi berlubang selebar 9 meter dan sedalam 1,8 meter.

Langit Beirut pun diselimuti awan coklat karena tembakan bertubi-tubi dan rudal yang diluncurkan oleh tentara Libanon dan prajurit Suriah. Warga panik mencari tempat berlindung agar tak menjadi sasaran rudal, hingga pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi juga tak luput dari terjangan peluru.

Berdasarkan keterangan polisi, bom seberat 181 kilogram itu ditemukan terpasang di pinggir jalan yang menjadi rute perjalanan 7 mobil Land-Rover dan jeep polisi iring-iringan presiden.

Saat mobil yang ditumpangi oleh Presiden Moawad dalam barisan kelima dalam iringan lewat, bom yang dikontrol menggunakan alat itu meledak dan menewaskan juga 10 pengawal.

Dua orang petinggi negara seperti perdana menteri Selim al-Hoss, seorang Muslim Sunni, dan ketua parlemen, Hussein al-Husseini, seorang muslim Syiah, juga berada dalam iringan mobil berhasil lolos dari maut.

Kejadian itu pun merusak upaya damai di negara tersebut, setelah 14 tahun perselisihan menghantui Lebanon. Moawad diangkat menjadi pemimpin untuk membangun pemerintahan yang dapat menyatukan friksi Kristen dan Islam.

Sebelum meninggal, Moawad memberikan pidato pertama sekaligus terakhir sebagai Presiden Lebanon. Ia mengajak rakyatnya untuk bersama-sama, bersukacita, bersatu, dan kembali membangun negara. 

Sementara itu tidak ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya Moawad. Tragedi juga terjadi pada hari yang sama tahun 1963, kala itu Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy tewas dibunuh saat sedang berada dalam mobil atap terbuka di Dallas.