Sosok Ki Bagus Hadikusumo, Pahlawan Perintis Kemerdekaan yang Mahir Sastra Jawa hingga Belanda

Rabu, 24 November 2021 – 14:34 WIB

Ki Bagus Hadikusumo, pahlawan perintis kemerdekaan (Foto: Istimewa)

Ki Bagus Hadikusumo, pahlawan perintis kemerdekaan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ki Bagoes Hadikoesoemo merupakan seorang tokoh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Ia adalah putra ketiga dari lima bersaudara Raden Kaji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan (pejabat) agama Islam di Kraton Yogyakarta.

Pria yang lahir dengan nama R. Hidayat di kampung Kauman pada 11 Rabi'ul Akhir 1308 H atau 24 November 1890 itu pernah mendapat pendidikan sekolah rakyat (kini SD) dan pendidikan agama di pondok pesantren tradisional Wonokromo Yogyakarta.

Kemahirannya dalam sastra Jawa, Melayu, dan Belanda didapat dari seorang yang bernama Ngabehi Sasrasoeganda, dan Ki Bagus juga belajar bahasa Inggris dari seorang tokoh Ahmadiyyah yang bernama Mirza Wali Ahmad Baig.

Selanjutnya Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh pada 1922, Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadijah tahun 1926, dan Ketua PP Muhammadiyah (1942-1953).

Bahkan ia sempat aktif mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Setambul. Selain itu, bersama kawan-kawannya ia mendirikan klub bernama Kauman Voetbal Club (KVC), yang kelak dikenal dengan nama Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW).

Pada tahun 1937, Ki Bagus diajak oleh Mas Mansoer untuk menjadi Wakil Ketua PP Muhammadiyah. Lalu tahun 1942, ketika KH Mas Mansur dipaksa Jepang untuk menjadi ketua Putera (Pusat Tenaga Rakyat), Ki Bagus menggantikan posisi ketua umum Muhammadiyah yang ditinggalkannya.

Posisi ini dijabat hingga tahun 1953. Semasa menjadi pemimpin Muhammadiyah, ia termasuk dalam anggota BPUPKI dan PPKI. Ia pernah berdebat sengit terkait dasar negara terutama terkait Piagam Jakarta.

Namun Ki Bagus meninggal pada 4 November 1954, pemerintah Republik Indonesia pun menetapkannya sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Nasional Indonesia oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

Ki Bagus ternyata juga aktif membuat karya tulis, seperti Islam Sebagai Dasar Negara dan Achlaq Pemimpin, Risalah Katresnan Djati (1935), Poestaka Hadi (1936), Poestaka Islam (1940),
Poestaka Ichsan (1941), dan Poestaka Iman (1954).