Innuendo, Warisan Terakhir Freddie Mercury

Rabu, 24 November 2021 – 20:06 WIB

assdsd

assdsd

JAKARTA, REQnews - Tahu usianya sudah tak lagi lama, vokalis Queen, Freddie Mercury yang melegenda memutar otaknya, mengerahkan seluruh energinya untuk mempersembahkan warisan terakhir kepada para penggemarnya seantero jagat raya, yakni Innuendo.

Ya, Freddie dalam kurun waktu 1985 hingga 1986 terus menjalani test HIV/AIDS, dan hasilnya positif. Nyawanya sudah di ujung tanduk. 

Namun, Freddie tak mau menyerah pada keadaannya. Ia harus terus berkarya sebagai seorang seniman musik. Album baru sebagai persembahan terakhir harus meluncur dan menggetarkan telinga pecintanya sebagai salam perpisahan.

Bersama gitaris Brian May, drummer Roger Taylor dan bassist John Deacon, Freedie mulai menulis dan menggarap album Innuendo pada 1989. 

Queen mengerjakan album tersebut dalam keadaan Freddie sudah sekarat. Roger Taylor berkata kepada media, bahwa Innuendo memperpanjang usai Freddie secara ajaib.

"Album itu seperti meminjam sisa umur Freddie, karena kesehatannya memburuk." kata Roger Taylor.

Pada 5 Februari 1991, Innuendo benar-benar dirilis, dengan sejumlah lagu di dalamnya, yang direkam di Metropolis Studios, London, Inggris dan Montain Studios di Swiss.

Album ini menandai karya terakhir yang dikerjakan Queen dengan vokalis Freddie Mercury. Kemudian, empat tahun setelah rilis, muncul album lainnya yakni Made in Heaven, yang berisi lagu-lagu yang sempat direkam selama Freddie masih bernapas.

Peter Freestone, penulis buku tentang kehidupan Freddie mengatakan, bahwa penggarapan album ini begitu memilukan hati. Meski demikian, ia bersaksi bahwa Freddie tak pernah merasa depresi dan menerima penuh apa yang sudah menimpanya.

"Mungkin, dia sudah menerima fakta bahwa dia akan mati. Dia menerima itu, lagipula memang kamu bisa membayangkan Freddie menjadi tua? Di hari-hari terakhirnya itu, Freddie melakukan hal-hal kesukaannya," ujar Freestone.

Sementara Brian May mengungkapkan bahwa Freddie mengerjakan album itu sembari memaksakan kesehatannya. Bahkan, vokalis bernama asli Farrokh Bulsara harus meminum vodka sebagai pembakar semangat.

"Bisa jadi ada bagian dari dirinya yang berharap akan keajaiban dan kami semua berharap itu," kata Brian May.

Sembilan bulan setelah Innuendo menggelegar di jagat raya, Freddie Mercury tutup usia pada 24 November 1991 karena pneumonia akibat AIDS yang ia derita.

Namun, sebelum tutup usia, Freddie sempat tampil dalam sebuah video klip 'These are the Days of Our Lives' yang dibuat hitam putih, seakan menjelaskan betapa ada duka dan luka mendalam pada video tersebut.

Freddie tampak mengenakan sebuah kemeja lengan panjang yang begitu rapi, dengan rompi bergambar kucing. Melihatnya, bagaikan bukan seperti Freddie yang biasa tampil penuh semangat. 

Lagunya begitu tenang, Freddie bergoyang seadanya, dengan tubuh kurus dan pipi yang telah tirus. 

Dalam video itulah kali terakhir Freddie tampil, seolah ingin memberi pesan kepada seluruh dunia, selamat tinggal.

 

Album Innuendo menepati posisi 94 dalam daftar album terbaik sepanjang masa versi jajak pendapat yang dilakukan oleh BBC pada tahun 2006.