Mengenal R Soeprapto, Anak Controlleur Pajak yang Dapat Gelar Bapak Kejaksaan RI

Kamis, 02 Desember 2021 – 12:58 WIB

Bapak Kejaksaan RI, R Soeprapto (Foto: Istimewa)

Bapak Kejaksaan RI, R Soeprapto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - R Soeprapto merupakan Jaksa Agung Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 1950-1959. Pria kelahiran 17 Maret 1896 itu adalah anak seorang Controlleur pajak di Trenggalek, Jawa Timur. 

Soeprpato menamatkan ELS (Europesche Lagere School) pada tahun 1914 dan melanjutkan studi ke Sekolah Hakim di Batavia, selesai tahun 1920 bersama dengan Wongsonegoro, Isqak, dan Mas Soemardi.

Mengawali kariernya sebagai hakim diberbagai daerah, namun tersnyata Soeprapto tak sempat meraih gelar MR (Meester in de Rechten merupakan sebuah gelar yang akan diperoleh seseorang setelah menyelesaikan studi ilmu hukumnya di universitas) atau gelar sarjana hukum (SH).

Meskipun demikian, sepak terjangnya di dunia penegak hukum membuktikan kepiawaian dan ketegasan yang terpuji. Setelah lulus, dari sekolah hakim ia ditempatkan di Landraaad (Pengadilan untuk kaum Bumi Putera) di Tulungagung dan Trenggalek.

Ia kemudian dipindahkan ke berbagai kota seperti, Surabaya, Semarang, Demak, Purworejo, Bandung, Banyuwangi, Singaraja, Denpasar sampai Mataram (Pulau Lombok).

Pada tahun 1937-1941 hakim Soeprapto menjabat Kepala Landraad Cheribon-Kuningan, dilanjutkan ke Salatiga-Boyolali, dan ke Banyuwangi menjadi pengawas hukum di Karesidenan Besuki. Ketika Jepang datang pada bulan Maret 1942, Soeprapto menjabat Kepala Pengadilan Karesidenan Pekalongan.

Selepas proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pindah ibu kota ke Yogyakarta hingga memperoleh kedaulatan pada 27 Desember 1949, Soeprapto tetap bekerja di pengadilan Keresidenan Pekalongan. Hingga Indonesia kembali lagi ke Jakarta pada tahun 1950 ia mulai memasuki kamar penuntut umum.

Namun Jaksa Agung R Soeprapto diberhentikan dengan hormat oleh Presiden Soekarno, pada tanggal 1 April 1959. Dalam buku Lima Windu Sejarah Kejaksaan (1945-1985), pemberhentian ini merupakan ekor yang tidak sedap dari kasus peradilan Jungschlager dan Schmidt yang ditangkap pada tahun 1954.

Tetapi pada tanggal 2 Desember 1964, R Soeprapto tutup usia dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Karena jasa dan perjuangannya dalam menegakkan citra Kejaksaan, R Soeprapto ditetapkan sebagai Bapak Kejaksaan Republik Indonesia. Hingga kini, patungnya tegak berdiri di halaman depan Gedung Kejaksaan Agung, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.