100 Orang Tewas dalam Tragedi Pembajakan Pesawat Malaysia Airlines

Sabtu, 04 Desember 2021 – 17:02 WIB

Ilustrasi Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Istimewa)

MALAYSIA, REQnews - Terjadi pembajakan pesawat Malaysia Airlines penerbangan 653 hingga akhirnya jatuh pada 4 Desember 1977 silam. Pesawat Boeing 737-200 itu jatuh dalam perjalanan dari Kota Penang ke Kuala Lumpur.

Dikutip dari berbagai sumber, pesawat tersebut menabrak rawa bakau saat turun, akibatnya 100 orang yang berada di dalam pesawat tewas. Peristiwa itu pun menjadi insiden yang paling mematikan dalam sejarah penerbangan Malaysia. 

Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebelum ledakan pilot telah mengabarkan melalui radio bahwa pesawatnya, Boeing 737 dari Sistem Maskapai Malaysia, telah dibajak oleh sejumlah orang tak dikenal.

Pejabat maskapai mengatakan melaporkan bahwa pesawat tersebut terdiri dari 7 awak pesawat, 20 warga negara asing, dan 73 warga negara Malaysia. Dalam daftar penumpang terdapat juga Menteri Pertanian Ali Ahmad, Duta Besar Kuba yang baru untuk Malaysia, Mario Garcia Imchaustegui.

Pembajak menguasai pesawat 10 menit setelah meninggalkan pulau resor Malaysia pada pukul 19.54 waktu Penang, pesawat itu dalam penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapura. Rencananya, pesawat mendarat sebentar di bandara Kuala Lumpur dan berangkat ke Singapura atas permintaan para pembajak.

Berdasarkan keterangan, pada pukul 20.30 waktu setempat, pesawat jatuh di dekat sebuah desa kecil sekitar 13 mil sebelah barat kota Malaysia selatan. Seorang saksi mata mengatakan jet itu 'melonjak ke atas' kemudian terhunjam dan meledak dalam kobaran api.

Dua helikopter militer Malaysia dikerahkan untuk membantu pencarian korban selamat sepanjang malam, yang dilakukan oleh polisi, tentara, dan sukarelawan sipil.

Hingga kini, identitas para pembajak tidak diketahui meskipun ada klaim yang tidak berdasar bahwa itu bisa jadi adalah ulah teroris Kuba, anggota Tentara Merah Jepang atau bahkan pengawal bersenjata, yang menemani Ali dalam penerbangan.