Ali bin Abi Thalib dan Pedang Zulfikar: Dua Mata Membelah Banyak Keyakinan

Rabu, 08 Desember 2021 – 01:02 WIB

Ilustrasi pedang Zulfikar

Ilustrasi pedang Zulfikar

JAKARTA, REQnews - Pedang Zulfikar asli peninggalan Ali bin Abi Thalib masih menjadi sebuah kontroversi besar di dunia Islam. Pedang dengan dua mata itu, membelah keyakinan umat juga menjadi dua bagian.

Ali menerima pedang tersebut sebagai sebuah pemberian mulia dari Nabi Muhammad SAW pada pertempuran Uhud, jauh sebelum ia mengemban amanah sebagai Khulafaur Rasyidin keempat. Ia kemudian memegangnya dalam banyak perang hingga wafat pada 21 Ramadan 40 Hijriah.

Zulfikar berasal dari kata 'Fiqar' dalam bahasa Arab, yang artinya pembedaan atau pembagian. Dengan dua mata pada satu pedang, Zulfikar disebut sebagai sebuah simbol pembeda antara kebenaran dan kebatilan.

Kontroversi terkait pedang nomor satu bagi umat Islam ini adalah setelah wafatnya Ali. Ada yang meyakini bahwa setelah sang sahabat meninggal dunia, pedang itu lenyap, namun pandangan lain meyakini, bahwa pedang disimpan dan dipersiapkan untuk Imam Mahdi.

Di Museum Topkapi di Turki dan Mesir, tersimpan sejumlah pedang yang diklaim milik Rasulullah, seperti Azab, At Battar dan Al Hattaf. Namun, tidak pernah dijumpai Zulfikar dalam koleksi di dua museum itu.

Ada pun sebagian kalangan meyakini, bahwa Zulfikar ditenggelamkan oleh Ali, namun tak disebutkan alasan yang jelas atas argumentasi ini. Lalu, pendapa lain menyebut, pedang legendaris ini sudah ditemukan oleh orang tertentu, disimpan rapat-rapat dan akan diserahkan ketika Imam Mahdi sebagai pemimpin terakhir umat Islam akhir zaman muncul.

Keyakinan ini banyak beredar di kalangan Ahlusunnah wal Jamaah atau Sunni. Meskipun, masih banyak pendapat lain yang coba mengungkap keberadaan pedang tersebut.

Sementara pada kebanyakan kalangan Syiah sebagai pengikut Ahlul Bait yang menjadkan Ali imam pertama mereka, punya pandangan yang berbeda.

Zulfikar sebenarnya tidak menghilang sepeninggal Ali. Namun, dibawa oleh dua putranya secara bergiliran, yakni Hasan dan Husain.

Setelah Ali, umat mazhab Syiah menjadikan Hasan sebagai imam selanjutnya dan dialah pewaris Zulfikar. Namun, Hasan terbunuh setelah dikhianati oleh istrinya yang terbujuk rayuan Muawiyah dengan cara diracun.

Zulfikar kemudian beralih tuan ke tangan Husain, yang terbunuh di Karbala, Irak beberapa tahun setelah kematian Hasan. Pedang lalu terwarisi ke Ali Zainal Abidin hingga keturunan Ali selanjutnya, dan kini diyakini sudah bersama Imam Mahdi.

Kalangan Syiah, meyakini bahwa Imam Mahdi saat ini sudah ada, hidup, namun dalam keadaan gaib. Dialah yang memegang kendali atas Zulfikar, sembari menanti waktunya untuk muncul memimpin umat Islam pada pertempuran akhir zaman. 

Namun, sama seperti Sunni, ada juga pendapat lain tentang Zulfikar dari kalangan Syiah yang lainnya.