Tragedi 1981, Lebih dari 1000 Orang Tewas dalam Pembantaian El Mozote

Sabtu, 11 Desember 2021 – 09:01 WIB

Tentara Salvador (Foto: Istimewa)

Tentara Salvador (Foto: Istimewa)

SALVADOR, REQnews - Terjadi pembantaian yang menewaskan setidaknya 1000 penduduk di desa El Mozote, Departemen Morazán, El Salvador pada 11 Desember 1981 silam.

Pembantaian tersebut diketahui dilakukan oleh tentara Salvador yang di back up oleh militer Amerika Serikat terhadap warga sipil dalam kampanye anti-perang gerilya. 

Pembantaian tersebut dilaporkan sebagai kejahatan perang terburuk dalam sejarah Amerika Latin modern dan berada di titik nadir dalam Perang Saudara El Salvador yang merebak antara tahun 1970-1990.

Ketika berita pembantaian ini muncul perlahan, pemerintahan Reagan di Amerika Serikat mencoba menggambarkannya sebagai propaganda FMLN karena berpotensi mempersulit kepentingan pemerintah Amerika Serikat yang memberikan bantuan militer kepada pemerintah El Salvador.

Mengutip dari Human Right Watch, dalam laporan yang dikeluarkan oleh kantor HAM Tutela Legal pada 9 November 1991, tentara Salvador melakukan pembantaian di kota-kota El Mozote seperti La Joya, Cerro Pando, Rancherla, Los Toriles, dan Jocote Amarillo di bagian utara Morazan.

Laporan Tutela Legal menyebut bahwa pembantaian tersebut didominasi oleh anak-anak kecil yang terbunuh selama tiga hari pembantaian yang dimulai pada 11 Desember 1981.

Batalion Atlacatl kemudian dituduh telah dibentuk dan dilatih oleh Amerika Serikat sebagai pasukan anti-gerilya elit yang mengarahkan sejumlah pembantaian, termasuk dalam tragedi El Mozote.

Dari informasi yang diperoleh Americas Watch oleh El Rescate yang berbasis di Los Angeles, Kepala Brigadir ketiga saat itu adalah Letnal Coloner Jaime Ernesto Flores Grijalva. Sementara, Kepala Detasemen Militer keempat saat itu adalah Elmer Gonzalez Araujo.

 

 

 

Angkatan Udara Salvador diduga terlibat dalam mengangkut pasukan dan meluncurkan roket-roket di desa. Saksi melaporkan bahwa saat pembantaian, sebuah helikopter yang membawa tiga komandan dan tiba di plaza pusat El Mozote untuk melakukan survei operasi.

Para saksi melihat hingga mendengar pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah tersebut. Banyak warga yang kemudian pergi dari Morazan, ke camp-camp pengungsian di Honduras dan baru kembali lagi ke El Salvador di tahun 1990an.