Sosok George Washington, Presiden Pertama Amerika yang Punya Gelar Bapak Bangsa

Selasa, 14 Desember 2021 – 12:34 WIB

Presiden Pertama Amerika Serikat, George Washington (Foto: Istimewa)

Presiden Pertama Amerika Serikat, George Washington (Foto: Istimewa)

AMERIKA SERIKAT, REQnews - George Washington merupakan seorang jenderal dan negarawan yang dikenal sebagai salah satu Bapak Pendiri Amerika Serikat sekaligus presiden pertamanya dari tahun 1789-1797.

Ia memimpin pasukan Patriot selama Perang Revolusi Amerika dan berhasil mengantarkan mereka menuju pintu kemerdekaan dari Britania Raya. Dirinya juga memimpin Konvensi Konstitusional 1787 yang mendirikan pemerintahan federal yang baru. 

Berkat kepemimpinannya selama perjuangan untuk memerdekakan Amerika Serikat, pria kelahiran 22 Februari 1732 itu diberi gelar "Bapak Bangsa." 

Berasal dari keluarga kaya yang memiliki lahan tembakau dan budak di Koloni Virginia, Washington mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, dan saat ia berumur tujuh belas tahun, ia meniti karier yang sukses sebagai seorang pengukur lahan.

Dirinya pun kemudian menjadi pemimpin milisi Virginia selama Perang Prancis dan Indian. Pada masa Perang Revolusi, Washington dikirim sebagai utusan ke Kongres Kontinental, dan ia secara bulat terpilih sebagai panglima tertinggi Angkatan Darat Kontinental, dan ia berhasil memperoleh kemenangan dalam Pengepungan Yorktown yang mengakhiri perang tersebut.

Kemudian, pada tahun 1783 ketika kemenangan sudah di depan mata, ia mundur dari jabatannya sebagai panglima tertinggi. Washington lalu terpilih secara bulat sebagai Presiden Amerika Serikat oleh Lembaga Pemilihan Umum dalam dua pemilu nasional pertama.

Lebih lanjut, Washington berusaha mendirikan pemerintahan yang kuat dan kaya, sehingga dirinya bisa tetap berperilaku adil dalam menengahi persaingan antara Thomas Jefferson dan Alexander Hamilton.

Setelah meletusnya Revolusi Prancis, Washington menyatakan kenetralan negaranya dan pada saat yang sama juga mendukung Perjanjian Jay yang kontroversial. Masa jabatannya sebagai presiden telah meninggalkan berbagai kebiasaan yang masih dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya. 

Pidato perpisahan Washington dianggap sebagai salah satu pernyataan yang paling berpengaruh perihal republikanisme. Meskipun terbiasa dengan tenaga kerja budak, nemun Washington merasa terganggu dengan lembaga perbudakan.

Washington yang juga anggota Gereja Anglikan dan organisasi rahasia Freemasonry kemudian membebaskan budak-budaknya di dalam wasiatnya. Ia menyerukan toleransi terhadap semua agama saat masih menjadi jenderal dan presiden.

Setelah kematiannya pada 14 Desember 1799, Washington dikenang dengan berbagai cara, seperti dalam bentuk monumen, karya seni, nama tempat, prangko, dan mata uang. Para ahli juga menganggapnya sebagai salah satu presiden Amerika Serikat terbaik sepanjang masa.