IFBC Banner

Sejarah Panjang Pasar Johar: Mahakarya Karsten, Terbaik di Asia Tenggara hingga Dipuji Habis Amerika

Jumat, 04 Februari 2022 – 13:31 WIB

Pasar Johar tempo dulu

Pasar Johar tempo dulu

JAKARTA, REQnews - Pada, 9 Mei 2021, publik Semarang tetiba geger lantaran sebuah kebakaran hebat melanda Pasar Johar. Pasar legendaris yang menjadi ikon kebanggaan kota mereka nyaris habis dilahap si jago merah.

Tak main-main, kebakaran dahsyat itu sampai menyebabkan 4.917 dari 8.000 pedagang Pasar Johar akhirnya kehilangan tempat berjualan. Kerugian akibat peristiwa itu pun ditaksir mencapai Rp 3 triliun lebih.

Namun lebih dari itu, yang kian menambah miris, terbakarnya Pasar Johar sedikit banyak telah "merusak" sisa-sisa sejarah. Pasalnya, Pasar Johar merupakan bangunan sarat sejarah di Kota Semarang.

Bukan sekadar pasar, pada tahun 1930, Pasar Johar pernah menjadi pasar termegah se-Asia Tenggara yang eksistensinya begitu diakui juga dikagumi.

Dibangun di Lokasi Bekas Penjara

Dahulu sebelum resmi berdiri dan menyandang nama Pasar Johar, tempat itu merupakan lokasi berdagang di depan penjara sebelah timur Alun-Alun Semarang. Di masa itu, para pedagang melayani para keluarga tahanan yang ingin membesuk sanak saudara mereka di penjara. Mereka menunggu di bawah deretan pohon Johar yang rindang.

Kala itu, barang yang dijual di lokasi tersebut kebanyakan adalah hasil bumi berupa buah-buahan, jagung, ketela pohon, dan pisang. Karena tidak mengganggu lalu lintas kota, keberadaan para pedagang itu dibiarkan begitu saja.

Hingga akhirnya pada tahun 1931, pemerintah berencana membangun pasar yang lebih besar dengan menggabungkan pasar-pasar kecil yang sudah ada. Karena itulah kemudian bangunan penjara dirobohkan dan pohon-pohon Johar di sekitarnya ditebang. Tempat itu dipilih menjadi lokasi pasar karena dinilai strategis.

Pembangunan Pasar Johar oleh Sang Legenda, Thomas Karsten

Pada tahun 1933, arsitek legendaris asal Belanda, Thomas Karsten diminta mendesain bangunan pasar sentral yang nantinya menjadi Pasar Johar. Karsten sendiri dikenal sebagai arsitek jenius yang telah mendesain puluhan bangunan terbaik di Indonesia dengan arsitektur yang bisa mengadaptasi daerah tropis.

Bangunan Pasar Johar kerap disebut sebagai masterpiece dari bangunan-bangunan yang telah dirancang Karsten hingga akhir hayatnya. Pasar Johar merupakan mahakarya Karsten yang dirancang dan dibangun dengan sangat teliti serta matang.

Bahkan Karsten melakukan berbagai riset sebelum bangunan itu didirikan. Salah satunya riset hewan agar atap Pasar Johar tidak dijadikan sarang burung.

"Jadi Karsten itu mendesain tidak asal desain, mikir dia. Dia studi binatang sehingga tidak ada burung yang bersarang, sehingga dibuat atapnya halus dan rata," kata Ahli Cagar Budaya Widya Wijayanti, dikutip Jumat, 4 Februari 2022.

Struktur cendawan dan peninggian atap di Pasar Johar tidak hanya didesain Karsten untuk mempercantik tampilan pasar. Pilar yang menjulang tinggi hingga atap dimaksudkan untuk memberi ruang sirkulasi udara yang luas, bahkan lantai dua pasar sengaja berada di bagian pinggir saja.

Sedangkan peninggian atap, dimaksudkan sebagai masuknya cahaya matahari dari sela-sela atap. Selain itu pemilihan kualitas beton juga dipertimbangkan Karsten untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Dari penelitian yang pernah dilakukan tim dari Unika tahun 2006, mutu beton bangunan Pasar Johar adalah K400 atau berkekuatan tekan 400kg/m2, sedangkan bangunan-bangunan baru sekarang tidak ada yang menggunakan beton sekuat itu.

"Memang itu untuk antisipasi kebakaran. Beton melindungi pemuaian besi saat terbakar. Sebenarnya Johar ideal sekali, karena interiornya terbuka, ada jalan untuk keluar api, hanya saja pemafaatannya kurang baik," terang Widya.

"Amerika Serikat saja sampai memuji bangunan Pasar Johar, lho," tambahnya.

Dengan rancangan mumpuni Thomas Karsten, sinar matahari bisa masuk ke seluruh penjuru Pasar Johar tanpa ada efek panas yang ditimbulkan. Dengan arsitektur dan manajemen yang sangat bagus itu, tak heran pada tahun 1955 bangunan Pasar Johar disebut-sebut sebagai yang terbaik se-Asia Tenggara.