Jebol Toko Ponsel, Residivis Ditembak Polisi

Minggu, 14 Juli 2019 – 07:30 WIB

Haidir Ali (29) dan WD (16) pelaku pencurian HP (Foto: Istimewa)

Haidir Ali (29) dan WD (16) pelaku pencurian HP (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, REQNews - Tak kenal jera residivis ini kembali beraksi. Haidir Ali (29), warga Jalan Gerilya, Samarinda yang berprofesi sebagai pemulung ini kembali melakukan kejahatan bersama temannya, Wd (16). Keduanya mencuri 21 HP dengan menjebol jendela toko ponsel, di kawasan Jalan KH Abul Hasan.

Usai beraksi menggasak 21 HP, Kamis 11 Juli 2019 pagi, sekira pukul 06.00 WITA, 16 jam kemudian polisi berhasil mengetahui keberadaan mereka dan segera mengamankan keduanya.

Dari 21 HP yang dicuri, senilai Rp33 jut dan tersisa 13 HP yang disita polisi sebagai barang bukti.

“Delapan HP lainnya, dijual pelaku di atas kapal Kamis siang kemarin, tujuan ke Sulawesi,” kata Kapolsek Samarinda Kota Kompol Nur Kholis.

Hasil penyelidikan polisi keduanya adalah pemulung. Keduanya ditangkap Kamis 11 Juli 2019 sekitar jam 10 malam. Haidir sempat melawan, dan diberi tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki kirinya.

Keduanya digelandang ke Mapolsek Samarinda Kota. Selain 13 HP, polisi juga menyita linggis, uang Rp177 ribu dan 2 jaket jumper. Dari penyidikan, mereka sudah mengamati kondisi toko beberapa hari sebelumnya, dari akses gang kecil di samping toko. “Jadi modusnya sebagai pemulung. Mereka bongkar jendela menggunakan linggis, kemudian mencuri 21 HP,” ungkap Kholis.

Haidir sendiri tercatat sebagai residivis tahun 2015 dan 2017 lalu, terkait kasus kepemilikan sajam dan pencurian.