IFBC Banner

Terima Kasih Om Hilman Sudah Menghibur Remaja 90-an, Selamat Jalan Sang Penulis Novel Legendaris!

Rabu, 09 Maret 2022 – 16:31 WIB

Penulis novel Lupus, Hilman Hariwijaya meninggal dunia pada Rabu, 9 Maret 2022.

Penulis novel Lupus, Hilman Hariwijaya meninggal dunia pada Rabu, 9 Maret 2022.

JAKARTA, REQnews - Penulis novel legendaris "Lupus", Hilman Hariwijaya tutup usia pada Rabu, 9 Maret 2022. Hilman dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 08.02 WIB.

Tak hanya keluarga, kerabat dan sahabat, kepergian Hilman Hariwijaya tentunya juga meninggalkan rasa sedih dan kehilangan yang besar di hati para penggemarnya. Terutama para remaja dekade 80-90an yang "tumbuh" bersama karya-karya Hilman, termasuk salah satunya yang paling legendaris, Lupus.

Hilman sendiri mulai dikenal sejak menulis cerita pendek Lupus di Majalah hai pada Desember 1986. Cerita pendek itu kemudian dikembangkan menjadi novel dengan judul yang sama, Lupus.

Hilman bersama dua penulis lainnya, yakni Gusur Adhikarya dan Boim Lebon menggarap novel tersebut hingga mereka populer sebagai trio penulis Novek Lupus.

Kala itu, Lupus menjadi novel yang meledak. Bahkan seolah menjadi bacaan wajib bagi generasi 80-90an.

Novel Lupus pertama diterbitkan pada tahun 1986 berjudul "Lupus I: Tangkaplah Daku Kau Kujitak". Karakter Lupus identik dengan sifat yang konyol dan permen karet yang tak pernah lepas darinya. Model rambut berjambul yang sering dihina Lulu, sang adik, dengan sebutan sarang Burung.

Karena popularitasnya, Lupus sempat diangkat menjadi serial TV pada tahun 90-an hingga 2001. Saat itu, sinetron Lupus pun sukses membetot perhatian penonton dan jadi tontonan favorit para remaja.

Tak hanya Lupus, Hilman Hariwijaya juga telah menelurkan banyak karya-karya terbaik lainnya. Dia sempat pula menjadi penulis naskah untuk beberapa film seperti Dealova (2005), The Wall (2007), Anak Ajaib (2008), Suka Ma Suka (2009), dan Rasa (2009).

Ada pula sejumlah sinetron hits di televisi yang skenarionya ditulis oleh Hilman, di antaranya Cinta Fitri dan Melati untuk Marvel.

Kini sang penulis legendaris telah pergi. Selamat jalan Hilman Hariwijaya! Karya-karyamu akan terkenang abadi...