IFBC Banner

192 Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Spanyol 2004 Silam, 2000 Lainnya Luka-luka

Jumat, 11 Maret 2022 – 10:32 WIB

Ilustrasi ledakan bom (Foto: Istimewa)

Ilustrasi ledakan bom (Foto: Istimewa)

MADRID, REQnews - Serangan bom mengguncang kota Madrid, Spanyol pada 11 Maret 2004 lalu. Dalam ledakan 10 bom di dalam empat gerbong kereta komuter Cercanías itu, menewaskan 192 orang dan lebih dari 2000 orang luka-luka.

Dikutip dari BBC, serangan bom beruntun hanya berselang beberapa menit ini terjadi saat empat kereta komuter tengah berjalan di antara Stasiun Alcala de Henares menuju Stasiun Atocha, di pusat kota Madrid.

Berdasarkan informasi, tiga ledakan pertama terjadi di dalam kereta nomor 21431 di stasiun Atocha pada pukul 07.37 waktu setempat.

Sedangkan tiga bom lainnya, meledak pada pukul 07.38 di dalam kereta 21435 yang ada di stasiun El Pozo dan kereta 21713 yang ada di stasiun Santa Eugenia.

Lalu, sisa empat bom lainnya meledak satu menit kemudian di dalam kereta 17305 yang tengah melaju menuju stasiun Atocha.

Saat itu awalnya pemerintah Spanyol menuding gerilyawan Basque, ETA, sebagai pelaku serangan. Tetapi tuduhan tersebut dibantah kelompok separatis dan menyalahkan elemen Arab di negaranya sebagai pelaku serangan.

Bantahan ETA tersebut dikuatkan juga dengan hasil penyelidikan pihak kepolisian Spanyol yang menyalahkan kelompok militan asal Maroko, Aljazair dan Syria sebagai pelaku pengeboman.

Namun, pemerintah Spanyol tidak menampik adanya pelaku lain dari pengeboman tersebut. Terlebih setelah polisi menemukan sebuah mobil van berisi tujuh detonator dan sebuah tape recorder berbahasa Arab di sebuah kota dekat Madrid.

Lalu adanya sebuah surat dari kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom tersebut. Tetapi tak ada bukti asli dari surat yang ditujukan kepada Abu Hafs dari Brigade al- Masri, kelompok yang berhubungan dengan Al Qaeda.

Seperti dimuat dalam surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London, Al-Quds Al-Arabi, menyebut Al Qaeda saat itu juga menegaskan kembali ancaman serangan berikutnya.

Ini merupakan serangan teroris terburuk yang pernah dialami Spanyol, jauh lebih keji dari serangan teroris Euskadi Ta Askatasuna (ETA) pada 1987, di sebuah supermarket di Barcelona yang menewaskan 21 orang dan melukai 40 orang lainnya.

Selain itu juga peristiwa ini serangan teroris terparah di Eropa setelah peristiwa Lockerbie pada 21 Desember 1988. Ada tiga belas bom yang mana sepuluh di antaranya meledak.