IFBC Banner

Dua Dekade Hilang Digondol Maling, Dua Buku Catatan Charles Darwin Muncul di Perpustakaan

Kamis, 07 April 2022 – 00:59 WIB

Foto: FoxNews

Foto: FoxNews

London, REQNews.com -- Dua buku catatan tulisan tangan naturalis Charles Darwin yang hilang dua dekade lalu kembali ke perpustakaan Universitas Cambridge, London.

Manuskrip itu, seperti diberitakan Arab News, muncul begitu saja di perpustakaan di dalam tas hadiah merah muda, dengan catatan Selamat Paskah untuk pustkawan. Pengirimnya, atau pembawa tas merah itu, tidak diketahui.

Dua buku catatan itu, termasuk sketsa Pohon Kehidupan 1837 yang terkenal, hilang tahun 2001 setelah dipindahkan untuk difoto. Saat itu staf perpustakaan percaya dua buku itu bukan hilang, tapi salah tempat.

Setelah pencarian yang mengharuskan staf perpustakaan membongkar 10 juta buku, catatan ilmuwan Inggris abad ke-19 itu tak pernah ditemukan. Oktober 2020, Perpustakaan Universitas Cambridge melaporkan pencurian dua catatan Charles Darwin itu ke polisi.

Detektif lokal menghubungi organisasi kepolisian internasional (Interpol) dan meluncurkan perburuan global untuk mencari buku catatan bernilai jutaan pound itu.

Pada 9 Marat dua buku itu muncul kembali, ditinggalkan di area publik gedung di luar kantor pustakawan. Menariknya, si pembawa tahu di mana meletakan buku itu di area tanpa kamera keamanan.

Kedua buku itu dibungkus cling film di dalam kotak arsip mereka, dan tampak tidak rusak. Catatan terlampir menyebutkan; Pustakawan Selamat Paskah X.


Bahan Dasar Teori Evolusi

Charles Darwin mengisi dua buku itu dengan ide-ide setelah kembali dari perjalanan keliling dunia bersama HMS Beagle. Ia mengembangkan gagasan yang akan berkembang menjadi karya penting tentang evolusi; On the Origin of Species.

Jessica Gardner, direktur layanan perpustakaan Universitas Cambridge, senang bukan kepalang atas kembalinya dua buku itu. Ia tidak tahu bagaimana mengungkapkan kegembiraannya.

"Dua buku itu kini mengambil kembali tempatnya, yaitu di samping Arsip Darwin lainnya di Cambridge, di jantung warisan budaya dan ilmu pengetahuan bangsa, tepat di samping arsip Sir Isaac Newton dan Profesor Stephen Hawking," katanya.

Buku-buku itu akan dipamerkan kepada publik Juli 2022, sebagi bagian pameran Charles Darwin di perpusatakaan.

Polisi Cambridgeshire mengatakan penyelidikan atas laporan kehilangan dua buku itu belum dihentikan. "Kami menindaklanjuti beberapa jalur penyelidikan," demikian keterangan resmi Kepolisian Cambridgeshire.

Artinya, pencuri dua buku itu selama dua dekade harus tetap diburu dan ditangkap.