IFBC Banner

Meyer Lansky dan Charles 'Lucky' Luciano: Gambong Mafia dan Pahlawan Perang Dunia II

Selasa, 14 Juni 2022 – 23:53 WIB

Gembong mafia Yahudi Meyer 'The Little Man' Lansky di masa keemasannya. Foto: forbes.com

Gembong mafia Yahudi Meyer 'The Little Man' Lansky di masa keemasannya. Foto: forbes.com

California, REQNews.com -- Meyer 'The Little Man' Lansky dan Charles 'Lucky Luciano, adalah dua gembong mafia AS antara 1930-1940 paling terkenal. Keduanya bertanggung jawab atas ratusan pembunuhan, tapi pahlawan dalam Perang Dunia II.

Keduanya tak pernah dihukum atas semua kejahatannya, tapi diberi penghargaan Presidential Medal of Freedom, penghargaan paling bergengsi, oleh Presiden Harry S. Truman.

Selama Perang Dunia II, AS menggelar Operation Husky untuk menaklukan fasis Italia dan Nazi Jerman di Pulau Sisilia. AS, mungkin dengan berat hati, harus mengerahkan sumber daya tak biasa, yaitu pemimpin gengster.

Lansky adalah pemimpin Sindikat Kejahatan Nasional, sebuah konfederasi kelompok kejahatan terorganisir di AS. Payung organsiasi ini membawahi hampir semua kelompok-kelompok kejahatan di semua kota di AS.

Luciano adalah rekan Lansky di organisasi. Ia bergelar 'Lucky' karena beberapa kali luput dari upaya pembunuhan yang dilakukan lawan-lawannya.

Lansky dan Luciano memberi informasi dan kontak kepada pasukan sekutu selama invasi Sisilia 1943. Bahkan keduanya menghubungkan AS dengan anggota mafia Sisilia tertinggi, yaitu Calogero 'Don Calo' Vizzini -- bos dari para bos Cosa Nostra.

Vizzini membantu memimpin AS dan sekutu menyerang pasukan fasis Italia dan Nazi Jerman melalui jalan pegunungan yang sulit. Ia juga menyediakan peta, yang menjadi kunci kemenangan AS.

Lanksky dan Luciano mendapat penghargaan tertinggi dalam upacara sangat rahasia. Kini, medali penghargaan keduanya dilelang dan diperkirakan terjual 60 ribu dolar AS.

Barang milik gembong mafia lain yang dilelang adalah barang milik pribadi Ben 'Bugsy' Siegel -- tokoh kunci dalam pendirian strip Las Vegas seperti kita kenal saat ini.

Ia mengawasi pembukaan Hotel dan Kasino Flamingo, tetapi tidak berlangsung sukses. Anggarannya yang melampaui 1 juta dolar menimbulkan kecurigaan para mafia lain. Siegel ditembak tahun 1947 di sebuah rumah mewah di Beverly Hills.

Koleksi Siegel paling berharga adalah patung flamingo yang dibuat dengan tangannya. Lainnya adalah senjata Smith & Wesson, 38CTG Revolver asli, dan sebuah surat yang ditulis Al Capone dari Alcastraz.

Yang juga menarik adalah koleksi film rumahan Anthony Spilotto, anggota kelompok pembunuh dan pencuri Hole in the Wall yang menginspirasi hadirnya karakter Joe Pesci dalam film Casino, karya sutradara Martin Scorsese tahun 1995.