IFBC Banner

Tragedi Paiton 2003, 54 Orang Guru dan Siswa SMK Tewas dalam Kebakaran Bus

Jumat, 17 Juni 2022 – 15:50 WIB

Kebakaran (Foto: Ilustrasi)

Kebakaran (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Tragedi Paiton kembali menjadi perbincangan, setelah akun Tiktok Sasa Debora mengunggah video viral yang membahas peristiwa yang terjadi pada 19 tahun yang lalu, tepatnya 8 Oktober 2003 silam.

Meskipun video tersebut diunggah pada 2021 lalu, namun bus karya wisata yang terbakar dan menewaskan 54 orang di Paiton, Situbondo itu kembali muncul di beberapa FYP akun Tiktok.

Dikutip dari berbagai sumber, korban yang tewas merupakan siswa dan guru SMK Yapemda 1 Sleman yang sedang melakukan Karya Wisata. Bus yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan saat sedang dalam perjalanan pulang ke Yogyakarta, setelah melakukan study tour dan wisata di Bali.

Saat itu, SMK Yapemda 1 Sleman menggunakan tiga bus untuk berwisata ke Bali. Selama perjalanan, bus ketiga seing mengalami kendala dua kali pecah kaca dan pernah pula tersangkut listrik. Namun tak disangka, justru bus kedua yang mengalami kejadian tragis.

Lebih lanjut, orang-orang yang berada di dua bus lainnya tak sadar jika bus kedua pulang tak membawa nyawa. Pengemudi bus bernama Budi yang merupakan supir cadangan, saat itu menggantikan pengemudi utama bernama Armando.

Namun, pihak otobus membantah jika sopir dan kernet melarikan diri, dan mengatakan bahwa mereka justru ikut membantu mengeluarkan penumpang yang berada di dalam bus terbakar.

Kejadian tersebut berawal saat bus ditabrak truk kontainer yang memotong jalur dari arah berlawanan dan dihantam truk tronton dari belakang. Tangki truk tronton pecah sehingga menyebabkan munculnya percikan api dan akhirnya merembet ke badan bus.

Kebakaran pun begitu cepat terjadi karena adanya bahan-bahan yang mudah terbakar di dalam bus, seperti tas dan karpet yang ditaruh di kursi. Korban tewas banyak ditemukan di bagian belakang bus di dekat pintu.

Saksi menduga jika para penumpang saat itu sedang berusaha keluar dari dalam bus, tapi pintu tersebut justru tak dapat dibuka. Selain itu, bus tersebut tak dilengkapi alat pemecah kaca sehingga penumpang tak dapat menyelamatkan diri.

Sementara sopir bisa selamat setelah melompat dari bus sedangkan kernetnya memecah kaca bagian depan. Warga sekitar lokasi pun menyaksikan adanya kobaran api dan letupan-letupan kecil. Petugas pemadam kebakaran juga datang untuk membantu memadamkan api.

Usai peristiwa tersebut, kamar mayat RSUD Situbondo penuh dengan jumlah korban meninggal, hingga memaksa pihak rumah sakit untuk mengawetkan jenazah menggunakan balok es.

Bahkan, jenazah korban kebakaran bus itu juga ditempatkan di lorong karena ruang kamar mayat yang tidak terlalu besar sudah penuh. Kondisi korban pun sangat miris, karena mengalami luka bakar yang serius dan terdapat bagian tubuh yang hilang serta beberapa sulit dikenali.

Usai kejadian tersebut, beberapa warung yang berada di dekat lokasi kecelakaan pun memilih tutup karena pemilik merasa takut. Lokasi kejadian tersebut berada di sebuah jalan sepi yang cukup tinggi, serta kiri dan kanannya berupa bukit dan tanaman liar.