Mengenang Jenderal AH Nasution dan Pidato Legendarisnya Pasca G30S/PKI

Jumat, 06 September 2019 – 20:00 WIB

Jenderal AH Nasution

Jenderal AH Nasution

JAKARTA, REQnews - Pada 6 September 2000, tepat 19 tahun lalu, Indonesia kehilangan salah satu putera terbaik, seorang jenderal besar dan ahli perang gerilya. Dialah Abdul Haris Nasution atau AH Nasution yang dihormati di dalam negeri hingga internasional.

Pria kelahiran Kotanopan, Sumatera Utara 3 Desember 1918 ini meninggal dunia pada usia 81 tahun, dengan menitipkan sederet amanah perjuangannya kepada generasi penerus masa kini. 

AH Nasution adalah salah satu jenderal besar yang ikut memerangi PKI dalam peristiwa G30S/PKI tahun 1965. Ia juga merupakan target dari pembantaian partai komunis tersebut, beruntungnya berhasil lolos.

Jenderal Nasution adalah sosok yang mengantarkan dan melepas 7 jenazah para Pahlawan Revolusi yang menjadi korban kekejaman PKI. Saat melepas para pahlawan, AH Nasution menyampaikan sebuah pidato singkat yang kemudian sangat dikenang oleh seluruh prajurit TNI.

Berikut pidato Jenderal AH Nasution saat melepas jenazah Pahlawan Revolusi pasca peristiwa G30S/PKI

Para prajurit sekalian,

Kawan kawan sekalian,

Terutama rekan rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.

Bissmillahirrahmanirrahiim...

Hari ini hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang. tapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh penghianatan, dihinakan oleh penganiayaan.Tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.

Jendral Suprapto,

Jendral Hartono, Haryono,

Jendral Parman,

Jendral Panjaitan,

Jendral Sutoyo,

Letnan Tendean,

Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.

Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami yang di sini, daripada saya sejak 20 tahun kita selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita.

Saya tahu, kamu manusia, tentu ada kekurangan, kesalahan kita semua demikian, tapi saya tahu kamu semua, lewat 20 tahun penuh memberikan semua darma baktimu semua yang ada padamu untuk cita-cita yang tinggi itu. 

Dan karena itu, kamu, biarpun, hendak dicemarkan, hendak difitnah, bahwa kamu penghianat, justru disini kami semua, saksi yang hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai dengan kewajiban kita semua, menegakan keadilan, kebenaran, kemerdekaan. Tidak ada yang ragu-ragu. Kami semua sedia juga, mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.

Rekan rekan, adik adik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang tertua, dalam TNI yang tinggal bersama lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu, membela kehormatan kamu. 

Menghadaplah sebagai pahlawan. Pahlawan dalam hati kami seluruh TNI. Sebagai pahlawan, menghadaplah kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, ALLAH SWT. Karena akhirnya Dia-lah Panglima Kita Yang Paling Tertinggi. Dia-lah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita semua. Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur.

Fitnah, fitnah berkali kali. Fitnah, lebih jahat dari pembunuhan, fitnah lebih jahat dari pembunuhan. Kita semua difitnah, dan saudara-saudara telah dibunuh. Kita diperlakukan demikian. Tapi jangan kita, jangan kita dendam hati. Iman kepada Allah SWT, iman kepada-Nya, mengukuhkan kita, karena Dia perintahkan. Kita semua berkewajiban, untuk menegakan keadilan dan kebenaran.