Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Inilah 46 Politisi yang Terlibat Peredaran Obat Terlarang

Minggu, 17 Maret 2019 – 18:00 WIB

Rodrigo Duterte. (FOTO: www.wsj.com)

Rodrigo Duterte. (FOTO: www.wsj.com)

JAKARTA, REQNews - Awal bulan ini, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jendral Muhammad Iqbal mengatakan, pengusutan penggunaan narkoba yang melibatkan Andi Arief, salah satu politisi tenar di Indonesia, dihentikan lantaran tidak diketemukan barang bukti. Cerita tentang keterlibatan pejabat publik terhadap obat terlarang di Filipina justru berbeda.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengidentifikasi 43 pejabat lokal dan tiga anggota konggres yang terlibat dalam peredaran obat terlarang. Sebagian besar dari mereka mencalonkan diri dalam pemilihan umum Mei mendatang. 

“Jadi ini sudah merupakan laporan yang tervalidasi,” kata Duterte saat konferensi bersama polisi militer, sebagaimana dikutip dari Inquirer.

Para pejabat lokal yang disebut berasal dari wilayah Ilocos, Lembah Cagayan, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Visayas Barat, Visayas Tengah, Visayas Timur, Semenanjung Zamboanga, Mindanao Utara, Soccsksargen, wilayah Caraga, dan Wilayah Otonomi di Mindanao yang didominasi muslim.

Dalam daftar pejabat tersebut, terdapat 35 walikota, tujuh wakil walikota, satu anggota dewan provinsi, dan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Presiden Duterte menunjuk para politisi ketika ia menyesalkan hilangnya polisi dan tentara dalam perang berdarahnya terhadap narkoba.

Duterte menyebutkan, dari Juli 2018 hingga Maret tahun ini setidaknya 527 polisi terluka, 553 tentara tewas, dan 3.038 orang terluka dalam kampanye melawan narkotika.

Tiga anggota kongres yang dia sebutkan namanya adalah Vicente Sofronio Veloso, Jesus Celeste, dan Jeffrey Khonghun. Dari tiga orang tersebut, Veloso dan Khonghun mencalonkan diri mereka dalam pemilu mendatang.

Duterte juga menyebut nama Walikota Iloilo Jed Patrick Mabilog yang telah melarikan diri dari FIlipina, meski ia tidak mengetahui keberadaan Mabilog saat ini. 

Duterte juga menyebut nama Walikota Roderick Alcala dari Kota Lucena di Provinsi Quezon.

“Klan Alcala ini…Kamu tidak pernah belajar,” ujar Duterte. Dalam ucapannya, Duterte merujuk kepada mantan Sekretaris Pertanian Proceso Alcala. Pada kesempatan yang sama, Duterte mengatakan klan Alcala telah dimusnahkan karena keterlibatannya dalam obat-obatan terlarang.

Presiden mengatakan telah bertemu Alcala di Lucena dan mengucapkan terima kasih karena telah menyapanya.

"Tapi Anda tahu Anda ada di sini, Anda telah selalu ada (dalam) daftar selama bertahun-tahun,” ujarnya kepada Alcala.

Duterte juga menyebut Walikota Vicente Loot dari Daanbantayan, Provinsi Cebu, yang merupakan mantan kepala polisi.

Pada kesempatan itu pula, Duterte mengatakan ia tidak akan mengidentifikasi yang lain dalam daftar tersebut sambil menunggu verifikasi keterlibatan mereka dalam perdagangan narkotika. 

Duterte mengatakan Dewan Anti-Pencucian Uang dan Komisi Antikorupsi Presiden juga sedang melakukan penyelidikan.

"Hasilnya . . . akan membantu kami dalam pengajuan kasus terhadap mereka,” ujar Duterte. (Prazz)