Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

“Aku tidak punya dendam”

Minggu, 17 Maret 2019 – 19:00 WIB

Farid Ahmad (FOTO: AFP)

Farid Ahmad (FOTO: AFP)

JAKARTA, REQNews - Dunia tersentak oleh sebuah peristiwa penyerangan di sebuah mesjid di Selandia Baru, sebuah negara yang dikenal sebagai salah satu negara terdamai di dunia. Korban mencapai 50 orang meninggal dunia. Pihak kepolisian bergerak cepat. Pelaku telah tertangkap dan didakwa di pengadilan setempat.

Bagi Farid Ahmad (59 tahun) peristiwa yang dikecam oleh seluruh dunia ini mengguncang kehidupannya. 

Ketika terjadi serangan bersenjata itu, ia mendengar istrinya, Husna, berteriak “Datang ke sini, cepat!” Ia sempat melihat istrinya membawa banyak anak-anak dan wanita menuju taman yang aman dan lokasinya tak jauh dari mesjid.

"Lalu dia kembali untuk memeriksa saya karena saya di kursi roda.

Saat dia mendekati gerbang, dia ditembak. Dia sibuk menyelamatkan hidup, lupa tentang dirinya sendiri,” ujar Ahmad kepada AFP.

Ia percaya dirinya lolos dari hujan peluru karena pria bersenjata itu fokus pada yang lain saat melakukan penyerangan tersebut.

"Orang ini menembak satu orang dua, tiga kali. Mungkin itu memberi kami waktu untuk pindah ... bahkan orang mati dia tembak lagi,” ujarnya mengenang peristiwa berdarah itu.

Pria berkursi roda yang berkerja sebagai penjual daging ini tidak melihat istrinya ketika dia meninggalkan masjid. Ia baru mengetahui kematian Husna setelah seseorang memotret jenasahnya.

"Fotonya ada di media sosial, jadi seseorang menunjukkan fotonya padaku dan aku mengidentifikasi dengan mudah,” ujarnya.

Dengan suara lirih dan nada suara lembut, Ahmad mengakui bahwa ia sangat mencintai Husna, istrinya. Namun pancaran sinar di matanya tak mampu menyembunyikan suasan hati sedih yang ia rasakan. 

Jika dia bisa duduk dengan sang tersangka, dia mengatakan dia akan mendorongnya untuk memikirkan kembali pandangannya tentang kehidupan.

"Aku akan memberitahunya bahwa di dalam dirinya dia memiliki potensi besar untuk menjadi orang yang murah hati, menjadi sejenis orang, untuk menjadi orang yang akan menyelamatkan orang, menyelamatkan manusia daripada menghancurkan mereka,” katanya.

"Aku ingin dia mencari sikap positif dalam dirinya. Aku berharap dan aku berdoa untuknya, dia akan menjadi warga sipil yang hebat suatu hari. Aku tidak punya dendam,” lanjutnya.

Menurutnya, pengampunan adalah jalan terbaik ke depan.

"Saya akan mengatakan kepadanya 'Saya mencintainya sebagai pribadi'," katanya. "Aku tidak bisa menerima apa yang dia lakukan. Apa yang dia lakukan adalah hal yang salah.” 

Namun setelah ditanya apakah dia memaafkan pelaku penyerangan, dia berkata, "Tentu saja. Yang terbaik adalah pengampunan, kemurahan hati, cinta dan perhatian, kepositifan.” (Prazz)