Cegah Kerusuhan, Polisi Evakuasi 142 Warga Pendatang Desa Batubelubang! Ini Penyebabnya

Minggu, 22 Desember 2019 – 09:30 WIB

Evakuasi 142 warga pendatang di Desa Batubelubang (Foto: Istimewa)

Evakuasi 142 warga pendatang di Desa Batubelubang (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, REQnews - Ratusan warga pendatang di Desa Batubelubang, Pangkalanbaru dievakuasi aparat kepolisian pada Sabtu 21 Desember 2019, pukul 21.00 WIB. Tercatat ada 142 warga baik laki-laki maupun perempuan hingga anak-anak dan Balita, dievakuasi ke Mapolres Pangkalpinang dan ditempatkan di ruang Anton Sujarwo.

Evakuasi itu dilakukan pasca peristiwa penusukan dua warga asli Desa Batubelubang, yakni Arpan dan Rafi. Keduanya menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan warga asal Tulung Selapan.

Evakuasi dilakukan setelah menempuh kesepakatan dalam urusan keamanan akibat warga Batubelubang tersulut emosi pasca peristiwa penusukan. Camat Pangkalanbaru, Samsul Komar mengatakan evakuasi sementara terhadap kurang lebih 142 warga Tulung Selapan yang tinggal di Desa Batubelubang dilakukan karena alasan keamanan.

"Dikhawatirkan terjadi konflik berkelanjutan, melihat warga sudah panas, kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk sepakat mengevakuasi sementara. Dalam artian bukan dilakukan pengusiran terhadap warga Tulung Selapan dari Desa Batubelubang," kata Samsul Komar di Pangkalanbaru, Minggu 22 Desember 2019.

Samsul menambahkan selanjutnya mereka dan kepolisian akan melakukan rapat koordinasi terkait bagaimana tindakan selanjutnya terkait evakuasi dari konflik tersebut.
"Selanjutnya mereka (warga selapan) mau ke mana terserah mereka, kalau ternyata mereka merasa tidak aman di sini ya mengapa harus balik lagi ke sini. Lagi pula mereka di sini semuanya mengontrak rumah atau bukan bertempat tinggal tetap di sini," ujar Samsul.

Saat ini kondisi situasi di Desa Batubelubang berangsur kondusif, setelah dilakukan evakuasi warga Tulungselapan ke Polres Pangkalpinang.