Fakta Baru Kerangka Wanita dalam Septic Tank di Bantul, Pelakunya Sang Suami?

Senin, 30 Desember 2019 – 02:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

BANTUL, REQnews - Misteri kematian Ayu Shelisa yang kerangkanya ditemukan di sebuah septic tank di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, masih jadi pertanyaan.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian Ayu. Polisi mengatakan kemungkinan tentang pelempar jasad Ayu ke dalam septic tank lebih dari seorang.

Menurut polisi, bukan tidak mungkin ada orang lain yang membantu pelaku saat memasukkan jenazah Shelisa ke salam septic tank. Meski demikian, dugaan itu masih perlu pembuktian lebih lanjut.

"Karena kalau dilihat penutupnya (septic tank) kondisi berat itu dan bisa juga sendiri atau berdua (untuk membukanya). Tapi kalau ketakutan kan bisa nekat juga, wong dinding yang tinggi kalau pas ketakutan saja bisa dipanjat. Intinya dugaan itu tetap ada, makanya baru dicari pergaulan (Edi) di tahun 2009," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, Sabtu 28 Desember 2019 malam.

Sejauh ini terduga kuat sebagai pelaku pembunuhan serta yang membuang jenazah Ayu ke dalam septic tank adalah Edi Susanto. Edi sendiri adalah suami Ayu. Ia saat ini sudah meninggal dunia lantaran bunuh diri pada 11 November 2019 lalu.

Polisi tengah memetakan jaringan pertemanan almarhum Edi, khususnya pada tahun 2009. Saat itu Shelisa dikabarkan telah menghilang tanpa sebab yang pasti.

"Nhah, ini opsnal sudah kita kasih tahu cari tahu untuk cari lagi pergaulan (Edi) di tahun 2009. Karema infonya kan (Shelisa) hilang di tahun 2009, apalagi saat ditanya tetangga, si Edi jawabnya sudah cerai dan (Shelisa) kembali ke keluarganya," katanya.

Terkait penyebab gantung dirinya Edi pada tanggal 11 November 2019, Riko menduga bahwa Edi memiliki banyak beban dalam hidupnya. Namun ia belum bisa memastikan apakah Edi meninggal karena mengalami depresi.

"Kalau depresi pengembangannya belum tahu, tapi kalau dari 10 tahun lalu sampai waktu kemarin dua bunuh diri itu dugaannya pasti ada beban dia kan, pasti dihantui rasa salah seperti itu," kata Riko. (Ananda)