Polisi Usut Tambang Liar yang Diduga Jadi Penyebab Banjir Lebak

Minggu, 05 Januari 2020 – 18:00 WIB

Banjir bandang di Lebak, Banten (foto: Tempo)

Banjir bandang di Lebak, Banten (foto: Tempo)

JAKARTA, REQnews - Polisi mulai bergerak mengusut dan mendalami keterlibatan tambang emas liar yang diduga menjadi sebab banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Aktivitas pembalakan dan penambangan ilegal tersebut kabarnya berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Akibat penambangan tersebut, enam kecamatan di Lebak porakporanda dihajar banjir.

"Nanti setelah selesai ini semua, termasuk evakuasi dan tanggap darurat, akan kita dalami," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir di lokasi bencana, Sabtu 4 Januari 2020.

Dalam mengusut tambang ilegal ini, Tomsi mengatakan pihaknya akan menggandeng Pemkab Lebak hingga Dinas Lingkungan Hidup (LH) usai masa tanggap darurat kebencanaan selesai pada 14 Januari 2020 mendatang.

"Kalau di tempat lain kan air menggenang, di sini kan airnya ngebut. Nah nanti itu akan kita dalami bersama instansi terkait, mungkin LH, pemerintah setempat," ujar Tomsi.

Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya membuka akses menuju beberapa perkampungan yang masih terisolir akibat banjir dan longsor Lebak. Misalnya, akses di Desa Cilaksa yang berbatasan dengan Jasinga, Kabupaten Bogor. (ryv)