Menteri BUMN Tak Terima Presiden Jokowi Diseret dalam Kasus Jiwasraya

Minggu, 05 Januari 2020 – 22:00 WIB

Ilustrasi Jiwasraya (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Jiwasraya (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Skandal PT Asuransi Jiwasraya terus bergulir liar hingga menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pusaran rasuah itu menyebut pihak Istana mengambil untung dari dugaan kasus korupsi mega triliunan rupiah tersebut.

Keuntungan yang dimaksud terkait dugaan pengumpulan dana kampanye Pilpres 2019 yang berasal dari dana Jiwasraya. Tak tinggal diam, Menteri BUMN Erick Thohir pun angkat bicara dan tak terima dengan tudingan itu.

Ia mengatakan ada pihak yang menggiring isu dengan menyebut nama Presiden Joko Widodo. "Yang kita stop oknum-oknum yang merampok Jiwasraya. Ya mohon maaf banyak diplesetkan dibilang Pak Jokowi yang ambil, istana yang ambil," ujarnya di Posko Pengungsi Teluk Naga, Tangerang, Minggu 5 Januari 2020.

Menurut dia, pemerintah saat ini terus berupaya melakukan bersih-bersih di tubuh Jiwasraya dan akan membongkar kasus tersebut.

"Ini kan jangan jangan kita balik yang teriak-teriak ini jangan-jangan yang ketakutan ini dibongkar. Mungkin akan banyak oknum-oknum yang gerah selama ini jarah Jiwasraya dan sekarang Jaksa Agung proses hukum mulai masuk," ujarnya.

Pihak Kementerian BUMN pun untuk membenahi Jiwasraya pertama akan dibentuk holdingisasi. Dengan begitu, holding di atas Jiwasraya bisa mengalirkan dana untuk menyelamatkan nasabah.

"Langkah pertama holdingisasi Jiwasraya akan ada cash flow kurang lebih Rp 1,5-2 triliun. Sehingga nasabah yang selama ini tidak ada kepastian akan ada dana bergulir. Sebab tidak boleh distop," katanya.