Banjir di Jakarta Bikin Warga Resah hingga Lapor Polisi, Ini Pihak-pihak yang Diselidiki

Rabu, 08 Januari 2020 – 05:00 WIB

Ilustrasi banjir (Foto: Istimewa)

Ilustrasi banjir (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Banjir yang melanda Ibu Kota pada 1 Januari 2020 lalu membuat masyarakat merasa resah hingga lapor ke polisi. Polisi pun kini tengah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

"Dari laporan informasi, beda ya jangan bukan siapa melapor ke polisi. Polisi kan melihat nih, masyarakat resah, ada laporan informasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa 7 Januari 2020.

Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi meminta keterangan dari pihak-pihak terkait. Salah satunya ialah Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari.

"Jadi laporan informasi itulah kemudian kita minta untuk klarifikasi dulu, minta keterangan dulu," katanya.

Yusri mengatakan pemeriksaan Purwanti untuk menggali informasi terkait adanya pompa air yang tidak berfungsi saat banjir terjadi.

"Kemarin sudah dipenuhi datang, intinya sebenarnya untuk mengetahui apa sih malfungsi dari pada pompa air yang ada, terus bagaimana tata kelolanya," imbuhnya.

Terkait pemeriksaan terhadap Purwanti ini, Yusri enggan membeberkan lebih lanjut. Ia juga belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya pidana terkait peristiwa banjir tersebut.

Selain Purwanti, Yusri menyebutkan pihaknya juga akan memeriksa saksi-saksi lain. Polisi telah mengagendakan pemanggilan beberapa saksi terkait penyelidikan tersebut.

"Jelas masih ada beberapa lagi kita panggil untuk diminta klarifikasi," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Purwanti mengaku dipanggil Polda Metro Jaya soal malfungsi pompa di Jakarta Barat. Purwanti menjelaskan, pompa dimatikan karena sudah terendam.

Menurutnya, saat 1 Januari 2020 dini hari, Rumah Pompa di Jalan Daan Mogot beroperasi normal. Namun, karena air semakin tinggi akhirnya masuk merendam alat pompa.

"Kan waktu itu malam itu kan hujan, operasi dia memompa begiu. Cuma begitu air masuk, kan air masuk, limpas ya, pompa-pompa kita di pinggir kali sebagian besar. Nah, begitu limpas masuk ke rumah pompa, nah sebagian ada yang terendam, panel, genset. Bahkan kalau pompa mobile yang kita taruh di pinggir itu terendam. Ya sudah nggak bisa operasi. Kalau terendam mau bagaimana?" ucap Purwanti saat dihubungi.

Menurutnya, akan lebih berbahaya jika mesin pompa hidup saat air sudah tergenang sehingga bisa mengakibatkan kerusakan dan membahayakan petugas.

"Bisa rusak, kesetrum, kan elektrik semua. Misal sudah limpas, kita buang ke mana? Kan fungsi pompa untuk salurkan air dari permukiman ke kali, atau saluran makronya. Kalau saluran makronya lebih tinggi?" ucap Purwanti.

Purwanti menyebut Sudin SDA yang diperiksa bukan hanya dari Jakarta Barat, tapi juga wilayah lainnya. Namun dia enggan menyebut Sudin SDA wilayah mana yang juga diperiksa.

"Ada, ketemu aja ada salah satu Sudin, lah. Ketemu. Makanya saya pikir, nggak tahu yang lain, tapi ya saya ketemu. Ada teman dari Sudin lain," ujar Purwanti. (Ananda)