Bayar Dua Eksekutor, Begini Cara Sadis Zuraida Bunuh Hakim PN Medan

Rabu, 08 Januari 2020 – 11:30 WIB

Ilustrasi pembunuhan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi pembunuhan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Siapa yang menyangka jika pembunuh hakim PN Medan Jamaluddin adalah istri tercintanya sendiri. Bahkan wanita bernama Zuraida Hanum tersebut menjadi otak pembunuhan keji terhadap suaminya.

Lalu bagaimana cara Zuraida menghabisi Jamaluddin? Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut ada 3 orang pelaku pembunuhan yang ditangkap.

Kata Argo, Zuraida menyuruh dua orang yakni berinisial JL dan R untuk menghabisi nyawa Jamaluddin di dalam mobil berpelat nomor BK-77-HD. Jasadnya pun ditemukan warga di area kebun sawit Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat 29 November 2019 silam.

Namun, Argo belum merinci kapan dan tempat penangkapan ketiga pelaku. Penangkapan ini dilakukan tim Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut di lokasi berbeda

"Yang terpenting kami sampaikan pelakunya sudah terungkap, pelakunya 3 di mana otaknya itu istrinya sendiri," kata Argo kepada wartawan, Selasa 7 Januari 2020.

Ketiganya ditangkap setelah polisi melakukan penyidikan dengan metode deduktif dan induktif. Metode induktif dilakukan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah maupun tempat penemuan jenazah korban. Kemudian, metode deduktif yaitu dengan mendalami pekerjaan korban.

Setelah penangkapan pelaku pembunuhan hakim PN Medan, polisi bergerak melakukan penyisiran di sejumlah lokasi. Tujuannya untuk mengumpulkan barang bukti.

"Masih melakukan penyisiran di beberapa lokasi untuk mengumpulkan barang bukti terhadap kasus dimaksud (kasus hakim PN Medan)," kata Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian terpisah.

Sementara itu penasihat hukum istri hakim PN Medan Zuraida Hanum, Onan Purba, mengaku belum mengetahui penetapan status tersangka terhadap kliennya. "Selama pemeriksaan saya ikuti, dia belum pernah mengatakan siapa pelakunya, dan dia bersikukuh dia tidak tahu," ujar Onan Purba.

Menurutnya, Zuraida sempat diperbolehkan pulang. Namun Zuraida ternyata dibawa polisi ke lokasi penemuan mobil berisi jasad Jamaluddin. "Kita menunggu informasi secara langsung kepada kita apakah dari pihak penyidik jika dia ditahan, berarti ada surat perintah penahanan yang ditinggalkan pada keluarga," kata Onan.