Babak Baru Kasus Seungri, Dijerat 7 Tuduhan dan Perintah Penahanan

Sabtu, 11 Januari 2020 – 02:00 WIB

Seungri. (Foto: Istimewa)

Seungri. (Foto: Istimewa)

SEOUL, REQnews - Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul mengajukan surat perintah penahanan praperadilan untuk Seungri. Anggota termuda di BIGBANG itu dituntut dengan tujuh tuduhan.

Adapun tujuh tuduhan itu diantaranta perjudian, pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing, pembelian layanan prostitusi, mediasi lewat layanan prostitusi, pelanggaran UU Sanitasi Makanan, penggelapan, dan pelanggaran UU Kasus Khusus Mengenai Hukuman, dll, dan Kejahatan Seksual.

Dilansir dari Soompi, Jaksa penuntut sebelumnya meminta surat perintah penahanan pada bulan Mei atas lima dakwaan. Tetapi permintaan tersebut dibatalkan oleh pengadilan.

Dalam permintaan surat penahanan kedua ini, jaksa menambahkan tuntutan baru yaitu perjudian, dan Pelanggaran Undang-Undang Transaksi Valuta Asing. Jadi total ada tujuh tuduhan.

Pengadilan akan menentukan validitas surat perintah penahanan praperadilan pada 13 Januari.

Seungri sebelumnya dengan kuat menyangkal sebagian besar tuduhan yang dihadapinya termasuk tuduhan menyediakan layanan prostitusi bagi investor asing, menyuap petugas polisi untuk menutupi kegiatan kriminal, penggelapan pajak dan penggelapan dana kelab Monkey Museum, perjudian di luar negeri, penggunaan narkoba, menyebarkan foto yang diambil secara ilegal, dan lainnya.

Namun belakangan terungkap tuduhan terbaru terhadap Seungri yakni karena melanggar Undang-Undang Anti-Korupsi dan Perlakuan yang Tak Patut, dengan memberikan tiga tiket konser BIGBANG kepada Inspektur Senior Yoon.

Atas kasus tersebut Seungri memilih keluar dari grupnya, BIGBANG, dan pensiun dari industri hiburan Korea Selatan. Kasusnya juga masih terus berjalan hingga kini. (Ananda)