Ternyata Jefri yang Memberi Saran Pembunuhan Hakim PN Medan

Selasa, 14 Januari 2020 – 07:00 WIB

Rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin (Foto: Kejaksaan Negeri Medan)

Rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin (Foto: Kejaksaan Negeri Medan)

MEDAN, REQNews - Rekonstruksi kasus pembunuhan terencana terhadap hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin dilaksanakan oleh penyidik Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, Senin 13 Januari 2020. Salah satu yang terungkap adalah bahwa ide membunuh Jamaluddin Hakim PN Medan berasal dari Jefri Pratama.

Jamaluddin diduga jadi korban pembunuhan berencana oleh istrinya sendiri, Zuraida Hanum (41). Korban dieksekusi dengan cara dibekap oleh orang suruhan Zuraida, yakni Jefri Pratama menggunakan bantal hingga kehabisan napas. Sedangkan Zuraida bersama tersangka lainnya, Reza menahan tangan dan kaki korban.

Rekonstruksi pertama dilaksanakan di sebuah gedung yang dahulunya merupakan kafe Warung Everyday di Jalan Gagak Hitam, Medan Selayang, Kota Medan.

Tersangka Zuraida Hanum dan Jefri bertemu di cafe tersebut. Awalnya tidak ada rencana membunuh hakim Jamaluddin, Zuraidah awalnya hanya ingin curhat terkait hubungannya dengan sang suami kepada Jefri.

"Saya mau mati saja. Suami saya terus menerus selingkuh. Bahkan saat hamil dia pernah membawa perempuan ke rumah. Saya sudah pernah mengadukan hal itu ke keluarganya, tapi tidak diperdulikan,"ujar Zuraidah kepada Jefri dalam rekonstruksi tersebut.

Usulan untuk membunuh korban baru muncul setelah Jefri mendengar curhatan Zuraida. "Daripada kamu yang mati lebih baik dia yang kita bunuh," kata Jefri.

Sempat juga Jefri menyarankan agar Zuraida menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Agama. Namun Zuraidah menolak karena takut malu dengan keluarganya.

Rekonstruksi perencanaan pembunuhan itu kemudian dilanjutkan ke sejumlah tempat. Total ada 15 adegan di empat lokasi yang direkonstruksi terkait perencanaan pembunuhan ini.