Belajar dari Rekan di Penjara, Seorang Pria Gunakan Modus Jadi Mualaf dan Kuras Harta Ustaz

Rabu, 15 Januari 2020 – 14:30 WIB

Ilustrasi mualaf (Foto:Istimewa)

Ilustrasi mualaf (Foto:Istimewa)

PALANGKA RAYA, REQNews - Berkedok pindah agama dari Kristen ke Islam seorang pria di Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengelabui seorang Ustaz dengan menguras harta setelah mendapatkan kepercayaan.

"Pelaku berinisial EKS (35) kami tangkap beberapa hari lalu di tempat persembunyiannya di Kabupaten Kapuas," kata Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Gultom Agung, Rabu, 15 Januari 2020.

Tersangka pada Kamis, 26 Desember 2019 sekitar pukul 13.00 WIB, mendatang masjid di Jalan Mendawai km 1 Palangka Raya untuk berpura-pura pindah agama atau kepercayaan (mualaf), agar orang kasihan dengan dirinya.

Setelah berpura-pura menjadi seorang mualaf, pelaku tinggal dengan ustaz bernama Syamsul Qomar di Jalan Hiu Putih XII Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Pada siang, Sabtu, 28 Desember 2019 tersangka diminta tolong mengantarkan korban ke Masjid Darussalam Jalan G Obos Induk, menggunakan sepeda motor milik korban. Sesampainya di Masjid Darussalam, korban juga berpesan untuk menjemputnya kembali keesokan harinya, paling lambat sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi yang sama.

"Karena ditinggal korban ke Banjarmasin, pelaku langsung dengan leluasa membuka lemari baju korban dan mengambil uang Rp 1 juta di dalamnya beserta BPKB sepeda motor milik korban," ucap Gultom.

Kemudian tersangka yang sudah mendapatkan uang, BPKB, dan sepeda motor, langsung pergi dari kediaman korban dan menjual sepeda motor tersebut kepada seseorang yang ia tidak kenal di Kecamatan Sabangau dengan harga Rp3,5 juta.

Dengan uang tersebut pelaku langsung kabur ke Kapuas yang menjadi tempat persembunyiannya. Di Kapuas uang hasil penjualan sepeda motor dan uang korban lainnya itu dihabiskan untuk makan sehari-hari dan minum-minuman keras.

Pria yang sudah mendekam di sel Mapolresta Palangka Raya ini, dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan 372 KUHP penggelapan dan penipuan barang milik orang lain dengan ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka itu didapatkan saat berada di dalam penjara dari seorang teman, ketika dirinya tersandung kasus narkoba dan tersangka telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak empat kali.