Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Pemilik PSG Dalam Penyelidikan Korupsi di Prancis

Selasa, 26 Maret 2019 – 07:00 WIB

Nasser Al-Khelaifi (FOTO: AFP Photo/FRANCK FIFE)

Nasser Al-Khelaifi (FOTO: AFP Photo/FRANCK FIFE)

JAKARTA, REQNews - Pemilik klub sepakbola tenar Prancis PSG Nasser Al-Khelaifi telah dipertanyakan di Prancis dalam hubungan dengan sebuah penyelidikan korupsi atas pemberian kepada kejuaraan Atletik Dunia Doha. Sebuah sumber pengadilan mengatakan hal ini pada Sabtu (23/3/2019), sebagaimana diberitakan AFP.

Sumber yang dianonimkan tersebut juga mengatakan, Al-Khelaifi diperiksa pada Rabu sebagai bagian dari penyelidikan hakim yang menyebut Al-Khelaifi sebagai “orang yang menarik”. Sebutan ini muncul ketika para hakim memeriksa sebuah kasus yang juga mencermati keadaan di mana pertandingan Olimpiade diberikan kepada Rio de Janeiro pada 2016 dan Tokyo pada 2020.

Sementara itu Francis Szpiner selaku pengacara Al-Khelaifi tidak menanggapi AFP untuk berkomentar terhadap kasus ini. 

Para hakim melihat secara khusus dua pembayaran senilai 3,5 juta Dollar pada 2011 oleh Oryx Qatar Sport Investment, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Al-Khelaifi dan saudaranya Khalid, ke sebuah perusahaan pemasaran olahraga yang dijalankan Papa Massata Diack.

Lamine Diack, ayah Papa Massata Diack, merupakan mantan presiden IAAF, sebuah badan pengelola atletik dunia, dan juga seorang anggota Komite Olimpiade Internasional.

Saat itu, Doha berupaya menjadi tuan rumah kejuaraan dunia IAAF 2017. Dua pembayaran dilakukan segera sebelum pemilihan tuan rumah kejuaraan dunia tersebut. Pagelaran kejuaraan ini diberikan kepada London. Namun, pada 2014, Doha diberi penghargaan sebagai tuan rumah IAAF 2019, yang akan diselenggarakan pada 28 September mendatang. 

Berdasarkan informasi dari pihak yang mengenal kasus ini, pembayaran itu diuraikan dalam sebuah nota kesepahaman. Dalam nota itu, Oryx berjanji membeli sponsor dan hak TV sebesar 32,6 juta Dollar. Uang sebesar ini menyediakan Doha untuk memperoleh kejuaraan dunia atletik pada 2017. 

Oryx Qatar Sport Investment sendiri berbeda dari Qatar Sports Investment, sebuah dana kekayaan negara Qatar yang memiliki PSG.

Pada Rabu lalu, dua hakim menginterogasi Al-Khelaifi. Dalam kesempatan itu, pengusaha Qatas tersebut menyangkal korupsi dan mengatakan, ia baru mengetahui hal itu dari dua transfer tersebut.

Dalam penyelidikan terhadpa kasus Diack, para hakim kemudian menempatkan AL-Khelaifi di bawah status perantara “saksi terbantu”. Artinya, Al-Khelaifi tidak diperiksa sebagai pemain utama, namun ia tetap menjadi orang yang tertarik dalam penyelidikan. 

Sementara itu, di Swiss, Al-Khelaifi yang menjabat kepala jaringan televisi olahraga BeIN, juga berada dalam investigasi “korupsi privat”. Investigasi ini bicara tentang atirbusi dari hak siar untuk dua penyelenggaraan Piala Dunia. (Prazz)