Pasangan Ini Kurung Anaknya di Toilet Hingga Mati Kelaparan

Kamis, 16 Januari 2020 – 18:00 WIB

Lin dan Xiao yang menelantarkan putranya (Foto:worldofbuzz)

Lin dan Xiao yang menelantarkan putranya (Foto:worldofbuzz)

TAIPEI, REQNews - Seorang wanita 22 tahun bernama Lin, dan pacarnya, Xiao, baru-baru ini digugat, karena membuat kelaparan putra mereka. Putranya yang masih berusia dua tahun, mati kelaparan setelah menguncinya di toilet selama tiga hari, dengan tidak ada makanan.

Dilansir dari dikutip dari worldofbuzz, Kamis, 16 januari 2020, Lin berada jauh dari rumah, dimana Xiao merasa frustrasi dengan balitanya, karena sering menangis, dan berisik. Sehingga dia mengunci anaknya itu di toilet.

Lin kembali tiga hari kemudian, dan menemukan putranya yang kekurangan gizi, meninggal di samping toilet.

Ketika otoritas medis, dan Departemen Pemadam Kebakaran Kota Taipei, diberitahu tentang situasi itu, mereka menemukan tubuh putra 2 tahun yang tak bernyawa dengan tanda-tanda trauma yang jelas.

Dia kurus abnormal, beratnya hanya 5,7kg, dan pemeriksa medis menentukan bahwa dia belum makan selama lebih dari seminggu sejak tubuhnya ditemukan.

Ketika polisi melakukan penyelidikan terhadap pasangan itu, diketahui bahwa Lin, yang bekerja sebagai staf hotel, memiliki masalah ringan dengan stabilitas mental.

Ketika putranya lahir, dia dirawat oleh kerabat dan teman-teman. Tetapi mereka berhenti menawarkan layanan mereka pada bulan Agustus. Lin kemudian dipaksa pindah dengan saudara lelakinya, di Taipei. Untuk menjaga anaknya saat bekerja.

Namun, Lin dan kakaknya itu, akan mengunci anak di toilet setiap kali dia menangis, karena kelaparan atau kesakitan. Pasangan saudara kandung itu, bahkan akan memukuli anak itu dengan keras, sebelum melemparkannya ke dalam kurungan.

Pada bulan September tahun yang sama, Lin bertemu pacarnya secara online, dan mengundangnya untuk tinggal bersama saudara lelakinya di kamar sewaan berukuran lima kali lima kaki persegi.

Tapi pasangan itu akan melemparkan sisa-sisa roti kepada anak itu setiap kali dia menginginkan makanan. Selama anak itu membuat keributan, Lin akan "menangani" situasinya dengan mengurungnya di toilet.

Tiga orang dewasa terus menerus melecehkan anak itu. Lin dituduh oleh jaksa penuntut, meninggalkan anaknya untuk waktu yang lama tanpa memberikan makanan, perawatan atau bantuan yang layak. Xiao, pacarnya, mengetahui situasi ini, tetapi tidak melakukan apa pun untuk membantu.

Dia hanya bergaul dengan Lin setiap hari, menghabiskan uang mereka untuk makanan dan pelacuran.

Ibu yang lalai dan pacarnya saat ini sedang dituntut oleh Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk kejahatan pengabaian dan kematian seorang anak karena kelalaian dan penganiayaan. Jaksa juga berupaya mendakwa saudara laki-laki Lin sebagai rekan kejahatan tersebut.