Bos EO di Pulomas Paksa Korban Lunasi Uang Kantor dari Gaji Istri

Kamis, 16 Januari 2020 – 21:00 WIB

Ilustrasi penyekapan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi penyekapan (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kasus penyekapan yang dilakukan oleh perusahaan event organizer (EO) PT OHP, di Pulomas, Jakarta Timur terus bergulir. Polisi memeriksa para pelaku penyekapan, salah satunya AN yang merupakan bos dari perusahaan tersebut. AN tak hanya menyekap karyawannya, tetapi dia meminta istri pelaku untuk melunasi uang yang digelapkan.

Uang yang digepakan oleh korban sebesar Rp 21 juta. AN sempat memaksa korban melunasi uang yang digelapkan itu dari gaji istri korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pada tanggal 13 Januari korban dipaksa membuat surat pernyataan di bawah tekanan AN dan KTP korban pun dirampas sebagai jaminan.

"Surat pernyataan itu juga digunakan untuk mengintimidasi istri korban supaya gaji istri korban yang juga bekerja di perusahaan tersebut diserahkan seluruhnya," ujar Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Korban disekap di kantor PT OHP di Pulomas, Jaktim selama 1 minggu sejak 7 Januari 2020. Selama disekap, korban disuruh melunasi uang perusahaan yang digelapkan korban.

"Korban tidak boleh meninggalkan kantor itu sampai seluruh hutang-hutangnya dilunasin," imbuh Yusri.

Yusri mengatakan, korban merupakan Manager Area Jakarta 2 PT OHP.

Selama November hingga Desember 2019, korban menggelapkan uang perusahaan hingga mencapai Rp 21 juta.

Selama disekap, korban juga dianiaya oleh AN dkk. Korban disundut rokok hingga dipukuli karena penggelapan uang PT OHP itu. Kasus itu terungkap setelah istri korban melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.