Firli Bahuri Akui Ketemuan Bareng Bupati Muara Enim, Hayo Ngapain Tuh?

Sabtu, 18 Januari 2020 – 07:00 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri

Ketua KPK Firli Bahuri

JAKARTA, REQnews - Ketua KPK Firli Bahuri akhirnya mengaku, ia pernah bertemu dengan Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani pada 31 Agustus 2019 lalu.

Namun, Firli menyangkal dirinya telah melakukan percakapan atau obrolan khusus terkait materi dugaan kasus tindak pidana korupsi. Menurutnya, pertemuan itu terjadi saat keduanya sama-sama baru pulang menunaikan ibadah haji.

"Ya saya boleh bertemu siapa saja, yang jelas tidak ada lagi selain bertemu," ujar Firli di Jakarta, Jumat 17 Januari 2020.

Firli menyangkal dugaan ia telah bermain mata terkait kasus dugaan suap yang terjadi di Kabupaten Muara Enim. 

Seperti diketahui, sidang kasus suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 miliar dengan terdakwa penerima suap Ahmad Yani disebut menyeret Firli Bahuri dengan statusnya sebagai Kapolda Sumsel beberapa waktu lalu.

Disampaikan kuasa hukum Ahmad Yani, Maqdir Ismail dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa 7 Januari 2020 lalu, terdakwa penyuap Elvyn Muchtar diduga memberi sejumlah uang kepada Kapolda Firli.

"BAP hanya menerangkan percakapan antara Elvyn dan kontraktor Robi bahwa Elvyn akan memberikan sejumlah uang ke Firli Bahuri, sementara Firli tidak pernah dimintai konfirmasi apakah benar dia menerima uang atau tidak," ujar Maqdir.

Kemudian, dalam sidang kedua dengan agenda membacakan eksepsi tersebut, Maqdir menegaskan bahwa Ahmad Yani tidak berniat meminta komitmen 'fee' sebesar Rp 22 miliar dari kontraktor Robi Pahlevi yang berstatus terdakwa.

Maqdir menjelaskan, fee tersebut merupakan inisiatif Elvyn yang mengatur jalannya 16 paket proyek senilai Rp132 miliar, termasuk upaya memberikan 35 ribu dolar AS kepada Firli Bahuri yang saat itu menjabat Kapolda Sumsel.

Kemudian, Elvyn memanfaatkan silaturahmi antara Firli Bahuri dengan Ahmad Yani pada Agustus 2019 untuk memberikan uang senilai 35 ribu dolar AS, uang tersebut dimintakan dari terdakwa Robi yang saat itu berhasrat mendapatkan 16 paket proyek jalan.

Elvyn lantas menghubungi keponakan Firli Bahuri yakni Erlan. Elvyn memberi tahu bahwa ia ingin mengirimkan sejumlah uang kepada Firli Bahuri.

Percakapan itu ternyata disadap oleh KPK, kata dia, tetapi KPK justru tidak memberitahu kepada Kapolri bahwa Kapolda Sumsel akan diberikan sejumlah uang oleh seseorang.