Korupsi 4 Proyek Bengkalis, KPK Tetapkan 10 Tersangka

Sabtu, 18 Januari 2020 – 11:00 WIB

KPK

KPK

JAKARTA, REQnews - KPK baru saja menetapkan 10 tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait empat protek jalan di Kabupaten Bengkalis dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 475 miliar.

Kesepuluh tersangka itu adalah M Nasir selaku pejabat pembuat kKomitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), serta delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus, dan Suryadi Halim alias Tando. 

"Setelah cukup bukti permulaan adanya dugaan korupsi di dalam proses penganggaran dan pelaksanaannya, kami tingkatkan ke status penyidikan terhadap empat proyek itu," kata Firli di Jakarta, Jumat 17 Januari 2020.

Sebelum 10 orang itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. 

Perkara yang menjerat Amril ini merupakan pengembangan penanganan perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015. 

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Sekda Dumai, M Nasir dan Dirut PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar sebagai tersangka. Saat proyek ini bergulir, Nasir merupakan Kasus PUPR Kabupaten Bengkalis.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.