Penampungan Pekerja Ilegal di Depok Dibongkar Polisi

Minggu, 19 Januari 2020 – 02:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews -Polisi menemukan dan membongkar paksa penampungan pekerja migran ilegal yang berada di daerah Tapos, Depok pada Jumat 17 Januari 2020.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdi Sambo mengatakan, pihaknya menemukan 23 pekerja migran ilegal Indonesia yang akan diberangkatkan secara tak resmi sebagai tindak pidana perdagangan orang.

"Para pekerja migran Indonesia akan diberangkatkan secara non prosedural atau ilegal ke Arab Saudi," kata Sambo di Jakarta, Sabtu 18 Januari 2020.

Dari temuan di lapangan, para pekerja migran Indonesia yang berada dalam penampungan itu baru saja dilakukan perekrutan di daerahnya masing-masing dan mereka baru saja melaksanakan medical test.

Ferdi mengungkapkan, penampungan pekerja migran ilegal itu dikelola oleh seseorang bernama Akram yang beralamat di Sukmajaya, Kota Depok.

Adapun 23 orang pekerja migran Indonesia yang berhasil diselamatkan di antaranya 10 orang berasal dari Cianjur, 3 orang asal Lombok, 6 orang dari Cirebon, 2 orang asal Indramayu, 1 orang dari Sukabumi dan 1 orang asal Ciamis. 

Polisi sudah mengambil langkah pembuatan laporan lengkap hasil penyelidikan, mengumpulkan keterangan dari 23 saksi korban, penampungan dan lingkungan sekitar.

Sambo mengatakan Bareskrim Polri akan konsisten untuk melakukan penindakan terhadap jaringan pengiriman pekerja migran Indonesia ke-19 negara di Timur Tengah.

"Karena, masih berlaku moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia. Negara harus hadir untuk melindungi warga negaranya," ujar Ferdi.