Ditahan di Malaysia, 4 TKI Asal NTT Menderita Penyakit Kulit

Minggu, 19 Januari 2020 – 03:00 WIB

Ilustrasi demo membela hak para TKI yang bekerja di luar negeri (istimewa)

Ilustrasi demo membela hak para TKI yang bekerja di luar negeri (istimewa)

SABAH, REQnews – 4 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)mengaku tak mendapat pelayanan yang baik saat ditahan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kemanis Papar, Kota Kinabalu, Sabah Malaysia. Padahal mereka tengah menderita sakit kulit berupa gatal-gatal sekujur tubuh.

Salah satunya bernama Dise Uran (25). TKI asal Kabupaten Flores Timur NTT itu, kini telah dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Kamis 16 Januari 2020 lalu.

Ia mengatakan, yang jadi penyebab diirinya ditahan karena tidak memiliki paspor. Selama empat bulan ditahan di PTS Kemanis Papar, Dise sangat menderita dengan penyakit yang dialaminya. Penyakit kulit ini berawal dari gatal-gatal yang menyerang sekujur tubuhnya hingga meninggalkan bercak-bercak hitam.

"Saya sudah sakit gatal-gatal saja pertamanya. Lama-lama hampir semua badan kena gatal-gatal makanya badan ini penuh dengan bekas-bekas hitam," ujarnya di Rusunawa Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan melansir Antara, Sabtu (18 Januari 2020.

Rekannya bernama Wilbrodus (25) asal Ende, NTT juga mengaku hal yang sama. Remaja yang juga ditahan di PTS Kemanis Papar selama berbulan-bulan ini diserang penyakit gatal-gatal dalam tahanan.

Penyebabnya, kata dia, air mandi yang disediakan dalam tahanan, sangat kotor dan tidak layak untuk digunakan untuk mencuci badan.

"Setiap habis mandi pasti gatal-gatal. Dan kalau dilaporkan ke petugas PTS malah kita diancam-ancam mau dipukul," kata pria yang bekerja sebagai buruh bangunan di Kota Kinabalu.

Kemudian, Yongki Lewar juga berasal dari Maumere, NTT menderita penyakit yang sama. Pria ini tampak sekujur tubuhnya hingga ke wajahnya penuh bintik-bintik hitam akibat penyakit gatal-gatal yang diderita dalam tahanan PTS Kemanis Papar.

Ia mengatakan, selama dalam tahanan tidak pernah menggunakan air yang bersih. Setiap mandi badannya terasa ditusuk-tusuk dan penuh dengan kuman.

Yongki menyatakan, TKI dalam tahanan tidak berani melaporkan kepada keluarganya atau petugas dari Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu karena diancam akan dipukuli oleh petugas PTS negara itu.

Air mandi yang digunakan di PTS Kemanis Papar berasal dari sebuah sungai yang berada di dekat tahanan tersebut. "Semua tahanan pasti kena sakit gatal-gatal. Karena air yang dipakai mandi sama semuanya dari sungai yang berada di belakang PTS itu," ujar dia.

Kemudian, Mathius Sampe Mangalle (29) asal Kabupaten Tator, Sulsel, juga mengalami penyakit yang sama. Dia katakan air yang disediakan dalam PTS Kemanis sangat tidak layak untuk digunakan mandi atau cuci badan.

Dia mencurigai air sungai yang dipakai oleh tahanan dalam PTS Kemanis Papar merupakan tempat pencucian kotoran atau pembuangan ayam potong yang mati yang letaknya tak jauh dari PTS tersebut.

"Kayaknya air yang dipakai itu berasal dari sungai yang juga tempat pembuangan atau pencucian kotoran ayam potong yang tidak jauh dari PTS Kemanis," ujar Mathius yang sehari-harinya bekerja instalasi listrik di Kota Kinabalu.

Keempat TKI ini saat ini berada di penampungan Rusunawa Jalan Ujang Dewa Kabupaten Nunukan yang dideportasi ke Kabupaten Nunukan pada Rabu (15/1) karena pelanggaran keimigrasian. (Binsasi)