Pengisian Wagub DKI Jakarta Terlalu Lama, Mahasiswa Untar Ajukan Gugatan ke MK

Minggu, 19 Januari 2020 – 10:00 WIB

Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto:Reqnews)

Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto:Reqnews)

JAKARTA, REQNews - Memakan waktu terlalu lama dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga lebih dari setahun, Hal itu melatarbelakangi Mahasiswa Untar mengajukan gugatan ke MK.

Dikutip dari laman Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020, mahasiswa tersebut Michael, mahasiswa Fakultas Hukum yang mengusulkan agar pemilihan wakil gubernur dipilih melalui pemilu. KarenapPenunjukan wakil kepala daerah oleh partai politik atau gabungan partai politik pengusung dinilai memakan waktu terlalu lama,

Michael, mengajukan permohonan pengujian terhadap Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Michael dalam permohonannya mengatakan Pasal 176 UU Pilkada yang mengatur mekanisme pengisian wakil gubernur oleh DPRD berdasarkan usulan partai politik atau gabungan partai politik tidak menciptakan pemilu yang demokratis.

Menurut pemohon, ketika seorang kepala daerah terpilih hasil pemilu mengundurkan diri, pemilihan penggantinya semestinya dipilih oleh masyarakat lagi.

"Pada 2017, Djarot Saiful Hidayat diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama. Hal ini yang tidak saya inginkan, bahwa seseorang dapat menduduki suatu posisi kepala daerah, dalam hal ini DKI, tanpa melalui proses pilkada," kata Michael dalam permohonannya.

Kekosongan jabatan di DKI terulang, ujar pemohon, kini kursi wakil gubernur DKI kosong sejak Agustus 2018 sehingga penunjukan pengganti Sandiaga Uno diminta dilakukan dengan pemilu.

Untuk itu, pemohon meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan Pasal 176 UU Pilkada bertentangan dengan UUD NRI 1945 dan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan pemilu untuk memilih wakil gubernur DKI Jakarta.