Menanti Janji Jaksa Agung Tuntaskan Tragedi Semanggi, Kapan ya?  

Senin, 20 Januari 2020 – 14:30 WIB

Jaksa Agung ST Burhanuddin (doc: istimewa)

Jaksa Agung ST Burhanuddin (doc: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin berjanji menuntaskan tragedi Semanggi I dan II, meski dianggap tak masuk kategori pelanggaran HAM berat. Hal ini disampaikannya dalam rapat anggota Komisi III DPR hari ini.

"Insyaallah kami nanti akan kerja sama dengan Komnas HAM, mungkin juga Menkopolhukam. Kami sudah dipertemukan, tetapi materinya (belum lengkap),” katanya, Senin 20 Januari 2020.

“Tetapi yakin Pak, keinginan kami ingin menuntaskan ini. Insyaallah dan kami mohon dukungan,” ujarnya lagi.

Pernyataan ini merupakan respon atas pertanyaan yang dilontarkan oleh politikus NasDem Taufik Basari. yang mempertanyakan komitmen Jaksa Agung untuk menuntaskan kasus itu. Sebelumnya, ST Burhanuddin menilai keputusan rapat paripurna DPR Tahun 2001 telah memutuskan peristiwa Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

"Kita tidak ingin ini terkatung-katung. Kalau tidak terselesaikan, maka negara ini akan mengarah pada impunitas," katanya.

Impunitas adalah suatu kejahatan yang terjadi yang melibatkan negara yang tidak ada proses hukumnya. Menurut Taufik, publik punya hak untuk mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa itu.

"Di Juli (2001) itu memang ada pandangan. Ada yang mengatakan bukan pelanggaran HAM berat, ada yang mengarahkan pada pengadilan biasa atau militer. Sebenarnya publik juga ingin tahu, apa yang terjadi di semanggi I dan II, termasuk Trisakti" ujar mantan pengacara itu.

Komnas HAM juga menilai pernyataan Jaksa Agung yang menyimpulkan tragedi Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat bermuatan politis. Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam menduga ungkapan tragedi Semanggi I dan II tak masuk kategori pelanggaran HAM berat juga dipicu kebijakan Presiden Jokowi.

"Ini akar permasalahannya kebijakan politik Presiden Jokowi yang tidak jelas soal pelanggaran berat HAM. Kalau kebijakan jelas, bahwa akan dituntaskan, pasti tidak ada statement apa pun dari Jaksa Agung, kecuali tindakan hukum," ujarnya. (Binsasi)