Putra Keluarga Kaya Menjadi Pelaku Pembunuhan Berantai, Polisi Temukan 288 Tulang di Rumahnya

Rabu, 22 Januari 2020 – 13:00 WIB

Pembunuh Berantai di Thailand (Foto:Istimewa)

Pembunuh Berantai di Thailand (Foto:Istimewa)

THAILAND, REQNews - Apichai, putra keluarga kaya asal Thailand menjadi pelaku pembunuhan berantai terhadap banyak orang dengan cara sadis. Bahkan korbanya termasuk Anak-anak.

Tindak kejahatan lelaki 40 tahun itu terendus, usai polisi mengamankan seorang saksi. Kepada petugas, saksi tersebut mengaku melihat Apichai tengah menghabisi nyawa pacarnya.

Pelaku yang kehabisan obat memukul pacarnya dengan pipa. Setelah itu, ia memaksa korban masuk kedalam kotak logam, lalu memainkan musik keras untuk menghilangkan teriakan minta tolong.

Wanita berusia 22 tahun yang meninggal itu, diidentifikasi sebagai Warinthon'Kuk-Kik" Chaiyachet. Korban ditemukan tak bernyawa di 'peti logam' yang dibuat Apichai.

Namun, yang lebih buruk lagi, penyelidikan oleh pihak kepolisian tidak hanya ditemukan satu mayat. Rupanya, di kediaman pelaku ditemukan 288 tulang belulang berbalut pakaian.

Tulang belulang itu terkubur di bawah peti logam yang tertutup rapat dengan rantai, serta di temuakan juga di sebuah kolam di rumah Apichai.

The Bangkok Post mengabarkan pihak berwenang mengirim penyelam untuk mencari korban. Para penyelam dilaporkan menemukan hampir 300 tulang. Pada hari Jumat, salah satu penyelam yang membantu dalam pencarian, Anusorn Pongkesa, mengatakan bahwa sekitar 288 tulang yang ditemukan adalah sisa-sisa manusia.

Atas tindak kejahatan yang dilakukan, Apichai dijuluki sebagai 'pembunuh peti mati logam' karena modus pembunuhan yang dilakukan. Ia pun dikaitkan dengan kasus hilangnya gadis berusia 12 tahun beberapa waktu lalu.

Sisa-sisa tulang yang ditemukan dikirim ke Rumah Sakit Siriraj untuk identifikasi. Polisi berencana untuk mengeringkan kolam untuk mencari bukti yang terhubung dengan setidaknya tiga gadis yang hilang, termasuk seorang anak berusia 12 tahun yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.

“Investigasi telah menemukan beberapa wanita yang terlibat. Mereka termasuk teman-temannya, pacar dan pelacur, ”kata kolonel polisi Jirakrit Jarunpat, menurut Toronto Sun.

Rumah itu sebelumnya milik ayah Ongwisit, Chalermchai Onkvisit, seorang pemilik pasar kaya yang dihukum karena membunuh dan membantai seorang gadis berusia 15 tahun pada tahun 1983. Chalermchai Onkvisit kemudian ditembak dan dibunuh. Ibu tersangka, dituduh sebagai dalang, di balik kematian gadis remaja itu, dan dia meninggalkan negara itu.