Cerita Lengkap Jurnalis Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan Pihak Imigrasi

Rabu, 22 Januari 2020 – 20:00 WIB

Jurnalis Mongabay Philip Jacobson ditangkap Pihak Imigrasi (Foto: Istimewa)

Jurnalis Mongabay Philip Jacobson ditangkap Pihak Imigrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Syahdan, Philip Jacobson, jurnalis media Mongabay berkunjung ke Palangka Raya pada 14 Desember 2019 lalu. Kedatangannya untuk membantu proses penulisan salah satu kontributor lokal Mongabay di Palangkaraya terkait masalah peladang tradisional yang kerap dikriminalisasi aparat.

Kriminalisasi tersebut terjadi karena para peladang membuka ladang dengan cara membakar. Philip pun empat mengikuti agenda audiensi di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Forum Aliansi Solidaritas Peladang Tradisonal Kalteng dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada tanggal 16 Desember.

Ditempat itu, aliansi tersebut beraudiensi dengan pimpinan dewan terkait nasib petani ladang yang mengalami diskriminasi pada 16 Desember di DPRD. Namun kehadirannya di parlemen membuat nasibnya berubah.

Selang sehari, Philip langsung didatangi oleh petugas imigrasi di rumah tempatnya menginap. Petugas langsung menyita paspor dan visa milik Philip saat itu juga.

"Karena alasannya diduga melanggar pasal 122 huruf A Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, pada intinya tujuan dia datang enggak sesuai dengan izin tinggal," kata Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangkaraya, Aryo Nugroho di Jakarta, Rabu 22 Januari 2020.

Philip sudah mendapatkan surat penahanan dengan alasan kasusnya sudah mepet dan ingin dinaikkan status penahanannya tersebut oleh pihak Imigrasi. Kasusnya pun masih di pihak keimigrasian, belum di limpahkan ke kejaksaan.

Kini, Philip sudah ditahan di Rutan Kelas II Palangkaraya sejak tanggal 21 Januari 2020 lalu. "Sejak sore kemarin pukul 5 waktu setempat, Philip di tahan di rutan kelas 2 Palangkaraya. Ditahannya itu sejak di rutan itu. Sejak Desember masih di guest house. Baru kemarin ditahan," katanya.

Penahanan itu pun dibenarkan Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM, Arvin Gumilang. Ia mengatakan penangkapan itu dilakukan karena Jacobson telah melakukan pelanggaran izin visa.

"Secara garis besar bahwa yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal, yaitu menggunakan visa kunjungan untuk kegiatan jurnalis," kata Arvin.

Hingga kini Jacobson masih diperiksa oleh petugas imigrasi karena melakukan kegiatan jurnalistik padahal izin visanya hanya izin berkunjung. Ia pun mengungkapkan bahwa ada informasi awal itu ada kegiatan wawancara-wawancara yang seharusnya tidak dilakukan.

"Yang seharusnya melakukan visa kunjungan. Jadi sampai saat ini masih kami terus juga memantau perkembangan lebih lanjutnya, apakah kemudian dilakukan deportasi dan penyidikan," ucap Arvin.