Tarif Prostitusi Anak di Berau Mulai Rp 300 Ribu Hingga Rp 2 Juta

Minggu, 26 Januari 2020 – 06:00 WIB

Ilustrasi prostitusi anak (Foto: Istimewa)

Ilustrasi prostitusi anak (Foto: Istimewa)

BERAU, REQnews - Praktik prostitusi anak tak pernah ada habisnya menghantui Indonesia. Terbaru, bisnis haram tersebut diungkap jajaran Polres Berau di Kalimantan Timur.

Polisi mengungkap mengatakan ada empat anak perempuan di bawah umur dijadikan pemandu lagu hingga pekerja seks. "Jika menemani tamu karaoke tarifnya Rp 300 ribu, dengan bagi hasil Rp 100 ribu muncikari dan Rp 200 ribu si anak. Untuk hubungan badan waktu singkat Rp 800 ribu dengan pembagian Rp 200 untuk muncikari," kata Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro dalam keterangan tertulis, Sabtu 25 Januari 2020.

Sementara untuk tarif berhubungan badan waktu panjang, si anak dijual Rp 1,5 sampai 2 juta. "Muncikarinya ambil jatah Rp 500 ribu," kata Rengga.

Dalam kasus ini, polisi menangkap Aris (34), warga Tanjung Batu, Berau yang berperan sebagai muncikari di Point Cafe, Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb, Berau. Aris ditangkap pada Jumat 24 Januari 2020 pukul 22.30 Wita.

"Kami turut amankan sebagai saksi JEN (17), FIT (16), ALY (16) dan AGS (16). Keempatnya beralamat di Tanjung Redeb," ucap Rengga.

Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Berau masih mendalami ada atau tidak praktik kejahatan serupa yang dilakukan Aris di lokasi lain. "Tersangka masih kami periksa secarta intensif," ujar dia.

Dari tangan Aris, polisi menyita barang bukti berupa uang Rp 1 juta, sebuah ponsel dan bukti pembayaran kamar hotel. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 76i Jo Pasal 88 UU RI No. 35 Tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

"Diduga melakukan tindak pidana yaitu setiap orang dilarang menempatkan membiarkan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak dengan maksud untuk menguntungkan diri atau orang lain," kata Rengga.