Guru SD Sedih, Gaji Terus Dipotong BRI Padahal Hutang Sudah Lunas, Ini Keterangan BRI
BARRU, REQNews - Guru SD Panggalungan, Kecamatan Pujananting, Murniati mengaku sangat sedih perihal nasibnya, dia merasa ditipu pihak Bank BRI unit Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Dia merasa tidak pernah mengambil meminjam uang bank yang nilainya mencapai Rp88.900.000, namun gajinya terus dipotong untuk membayar hutan itu.
Kasus ini berawal pada 2011 lalu, dia pernah mengambil kredit bank di BRI Barru sebesar Rp50 juta. Cicilannya, Rp1.358.000. Dengan jaminan SK PNS-nya. Jangka waktu cicilan itu 5 tahun.
Namun, pada 2012, tanpa sepengetahuanya, kreditnya bertambah menjadi Rp88.900.000. Jangka waktunya 10 tahun. Cicilannya juga naik menjadi Rp1.585.000. Padahal dia tidak pernah mengajukan kredit itu, maupun menerima uang tersebut.
Pada 2016, kredit Rp50 juta Murni harusnya sudah lunas. Gajinya tidak perlu lagi dipotong. Namun bukannya selesai, malah tiap bulan gajinya terus saja dipotong.
Murni protes. Dia kemudian mempertanyakan hal itu ke unit BRI Tanete Riaja. Namun, pihak bank menerangkan Murni lah yang mengajukan kredit itu dan sudah mengambil uangnya.
Murni tidak terima keterangan pihak bank. Karena merasa tidak melakukan itu. Dia lalu melapor ke polisi soal dugaan penipuan itu pada 2017. Namun sayang, kasusnya macet di tangan polisi.
Murni berupaya mencari pengacara dan meminta bantuan hukum lainnya. Namun sama saja. Tidak ada kejelasan. Hingga 2020 gajinya terus dipotong.
"Saya tidak pernah ajukan kredit Rp88 juta itu. Tapi saya dipaksa mengakui," ungkap Murni kepada wartawan di Barru, Kamis, 30 Januari 2020.
Sementara itu, pejabat bank BRI Barru, Khadaruddin Hasman mengatakan, kasus tersebut sudah lama dan sudah tertutup di kepolisian bahkan di internal pihak Bank BRI Barru.
Menurut Khadaruddin apa yang disampaikan oleh Murni itu tidaklah benar. Sebab pihaknya memiliki bukti administrasi yang kuat meyakinkan, Murni mengambil kredit Rp88.900.000 itu.
Khadaruddin mengaku tahu benar kasus tersebut, karena saat itu dia menjabat sebagai Kepala Unit Tanete Riaja.
"Ibu Murni itu memang ambil kredit Rp88.900.000 juta. Waktu itu dia datang ke kami bersama suaminya," ujar Khadaruddin.
"Kalau Ibu Murni melaporkan persoalan lama ini kepada polisi lagi, silakan," tuturnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.