Waduh, Menyamar Jadi Cowok Gadis Cantik Kelabui Korbannya Lewat Facebook untuk Rampas Hp

Rabu, 05 Februari 2020 – 10:00 WIB

Ilustrasi Perampasan Handphone (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Perampasan Handphone (Foto:Istimewa)

SERAGEN, REQNews - Yuyun Andikasari (21) warga Dukuh Dopo RT 05/ RW 05 Desa Sidomukti, Kabupaten Karanganyar diamankan Polres Sragen karena kasus penipuan. Aksi yuyun tergolong baru, dia merayu gadis di media sosial berpura-pura menjadi laki-laki.

Kepala Polres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priyambodo melalui Kapolsek Karangmalang AKP Mujiono di Sragen, Selasa, 4 Februari 2020 mengatakan bahwa petugas di Mapolsek Karangmalang masih memeriksa Yuyun Andikasari.

"Kami mengamankan pelaku di rumahnya Dukuh Dopo RT 05/ RW 05 Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Senin, sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku langsung dibawa ke Polsek Karangmalang untuk ditahan," kata Mujiono.

Pelaku melakukan penipuan terhadap korbannya yang masih seorang remaja dengan menggunakan akun media sosial (medsos) Facebook dengan menyamar sebagai seorang laki-laki.

Sekian lama melakukan komunikasi lewat Facebook, pelaku mengajak bertemu dan saat bertemu pelaku mengaku orang suruhan lelaki yang dikenal korban di media sosial.

Saat pertemuan itulah, setelah berbincang-bincang pelaku meminjam handphone korban Mariana (17), warga Kampung Kadipeso, Kecamatan Kerjo Karanganyar.
lalu membawa kabur.

Polisi setelah mendapatkan laporan dari korban langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya.

Dalam kasus ini polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat nomor polisi AD-6923-WY, kunci kontak, STNK, ponsel merek Oppo A3S lengkap dos dan charger-nya, Oppo A7, dua kartu SIM, helm warna pink, uang tunai Rp600 ribu, dan sebuah jaket warna orange.

Menurut Mujiono, pelaku kemungkinan besar melakukan penipuan tidak hanya sekali. Atas perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 378 (tindak pidana penipuan) dan/atau Pasal 372 KUHP (penggelapan). Namun, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap adanya korban lain.