Temui Jokowi, Eks Petinggi GAM Tagih Janji Pemerintah

Kamis, 13 Februari 2020 – 23:30 WIB

Moeldoko dan Malik Mahmud Al Haythar (foto:Istimewa)

Moeldoko dan Malik Mahmud Al Haythar (foto:Istimewa)

 

JAKARTA, REQNews - Eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud dan Muzakir Manaf menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.

Pertemuan tersebut digelar tertutup. Kepala Negara didampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto. Mereka membahas Mou perjanjian RI dengan GAM atau MoU Helsinki.

MoU Helsinki adalah perjanjian perdamaian antara RI dengan GAM. Malik Mahmud berharap pemerintah menyelesaikan poin perjanjian tersebut.

"Kami beri masukan pada beliau bahwa perdamaian Aceh sudah berlalu 15 tahun, ada beberapa poin Mou belum selesai yang kami harap pemerintah selesaikan semuanya supaya berjalan dengan baik," kata Malik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

Malik menyebut, beberapa poin yang belum diselesaikan pemerintah yakni masalah tanah yang dijanjikan untuk para kombatan. Hingga masalah perekonomian dan investasi.

"Ini minta diperhatikan supaya kita cari jalan sama-sama untuk selesaikan semuanya. Masalah investasi juga, karena kadang kadang ada persepsi regulasi yang tidak sejalan dengan daerah dan dengan pusat, ini harus diselesaikan," tuturnya.

Malik mengungkapkan, Jokowi merespons baik persoalan tersebut dan akan bertolak ke Aceh pada bulan ini. Dia menyebut, Jokowi menginstruksikan Moeldoko untuk menyelesaikan hal tersebut.

Malik juga mengatakan bahwa kedatangan dan permintaannnya diresponnya baik. "Beliau ini Pak Moeldoko sudah diinstruksikan menyelesaikan, supaya kita mempelajari, nanti kita akan duduk bersama," ucapnya.

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan mempelajari hal tersebut. Dia mengatakan, para eks petinggi GAM merasakan kurang adanya perubahan signifikan di bidang pembangunan.