Pria Gangguan Jiwa di Jombang Kuburkan Paman di Kebun, Warga Temukan Kakinya Menyembul dari Tanah

Jumat, 14 Februari 2020 – 07:30 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JOMBANG, REQnews - Seorang pria gangguan jiwa di Jombang menguburkan mayat pamannya, di kebun. Aksi pria bernama Suyono (35) ini baru diketahui warga pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi.

Suyono diketahui tinggal berdua dengan pamannya, Wakib (80), di Dusun/Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang. Aksi penguburan itu akhirnya diketahui warga yang curiga karena Wakib menghilang beberapa hari.

Sehari-hari Wakib mencari nafkah dengan memulung rongsokan. Sementara Suyono tidak bekerja karena mengidap gangguan jiwa.

Kepala Dusun Gajah Sutikno mengatakan, Wakib terakhir kali terlihat pada Sabtu, 8 Februari. Saat itu, kakek 80 tahun tersebut sedang bekerja seperti biasa.

Tiga hari setelahnya, Selasa 11 Februari sekitar pukul 20.00 WIB, Sutikno datang ke rumah Wakib bersama salah seorang tokoh Dusun Gajah dengan tujuan memberikan uang Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp 600 ribu. Namun, saat itu Wakib tidak ada di rumahnya.

"Kami cari sampai di belakang rumahnya tidak ada," kata Sutikno kepada wartawan di lokasi, Kamis 13 Februari 2020.

Pada 13 Februari, Sutikno kembali mendatangi rumahnya bersama tokoh Dusun Gajah sekitar pukul 08.00 WIB. Ia merasa curiga karena lagi-lagi dia tidak menemukan Wakib.

Sutikno lantas mencari Wakib di kebun belakang rumah. Tak disangka ia menemukan kaki korban yang menyembul di tanah.

"Pagi tadi kami cari di belakang rumahnya. Saat itu kami kelihatan kakinya. Kami panggil RT, RW dan dokter Agus apa benar ini kaki. Setelah benar, kami laporkan ke Polsek Ngoro," jelasnya.

Setelah digali polisi yang dibantu warga, ternyata benar terdapat mayat Wakib di lubang tersebut. Kepada dirinya, Suyono mengaku mengubur mayat pamannya itu menggunakan cetok.

"Kami tanya Suyono, bapak (biasa Suyono memanggil Wakib) mati di kursi, saya seret ke belakang. Dikubur pakai cetok," ungkap Sutikno menirukan pernyataan Suyono.

Polisi telah mengevakuasi jenazah Wakib ke RSUD Jombang. Korban akan diautopsi untuk memastikan penyebab tewasnya. Hingga saat, polisi juga belum memastikan kapan Wakib tewas dan dikubur oleh keponakannya.

"Sakitnya Wakib kami tak tahu. Yang jelas kalau berjalan 300 meter dia duduk. Karena usianya sudah lanjut," kata Sutikno.